Hendra Wijaya Mega: Le Minerale dan ESGIN Global Partners Akan Bangun Pabrik di Tanggamus Tahun Depan

  • Share
Foto: Kepala DPMPTSP Tanggamus, Hendra Wijaya Mega. (Ist)

Sandinews.com–PT Tirta Fresindo Jaya, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merek Le Minerale, berencana mendirikan pabrik baru di Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, pada 2027 mendatang.

Tidak hanya Le Minerale, ada dua pabrik lain yang juga direncanakan berdiri di Bumi Begawi Jejama tahun depan, yaitu pabrik pengolahan limbah kopi dan serabut kelapa berbasis ekonomi hijau milik PT ESGIN Global Partners dari Korea, serta pabrik dari investor asal Tiongkok melalui Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) .

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tanggamus, Hendra Wijaya mengatakan pendirian pabrik Le Minerale dan PT ESGIN telah memasuki tahap pembebasan lahan. Sementara, untuk investor Tiongkok baru di tahap penjajakan.

“InsyaAllah, ada tiga pabrik yang akan dibangun tahun depan. Untuk itu, kami akan memberikan kemudahan pada akses investasi, mulai dari kepengurusan Online Single Submission (OSS) hingga penerbitan NIB dan sebagainya,” kata Hendra, Senin (21/9/2026).

Selain fokus pada rencana pendirian ketiga pabrik tersebut, Hendra mengatakan saat ini pihaknya sedang mendorong program hilirisasi di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang digagas oleh Bupati Tanggamus, Moh Saleh Asnawi.

Di samping itu, dirinya juga berupaya mendorong sektor perikanan untuk mengembangkan fasilitas cold storage dan peningkatan produksi garam rakyat.

Menanggapi instruksi Saleh Asnawi agar setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pro aktif menjemput program di kementerian, mantan Kepala Bappeda dan Asisten II Setdakab itu menyatakan siap melaksanakan titah tersebut.

“Kami berkomitmen menjalankan instruksi Pak Bupati untuk menjemput bola di kementerian. Satu Pintu akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, Koperindag, dan Bapperida,” ujar Hendra.

“Pagu anggaran Rp0 – 1 miliar, program bisa langsung dieksekusi ke UP. Pagu anggaran Rp1 – 5 miliar, pelaksanaan program melalui kerja sama pemerintah kabupaten. Pagu anggaran Rp5 – 10 miliar, pelaksanaan program berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi,” sambungnya.

Baca Juga  Ketua Harian Marga Buay Benyata Ultimatum Masyarakat Adat Buay Belunguh Tanjung Hikhan Angkat Kaki Dari Lahan Eks PT TI

Dalam program seratus hari pertamanya sebagai Kepala DPMPTSP, Hendra telah menginisiasi pembentukan Mal Pelayanan Publik (MPP) pertama di Tanggamus.

Ia menyebut terdapat beberapa OPD yang tergabung dalam MPP, meliputi Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Koperindag, Disdukcapil, Dinas Tenaga Kerja, dan Bapenda. Menurutnya, kehadiran MPP akan memudahkan masyarakat dalam mengurus segala bentuk perizinan karena seluruh instansi terkait berada di satu lokasi yang sama, yakni di kantor DPMPTSP.

“Untuk teknisnya kami sudah rapat bersama OPD terkait dan sekarang sedang menunggu proses pembentukan perbup. Kalau nanti sudah ditetapkan maka perwakilan setiap OPD tersebut akan berkantor di sini,” terangnya.

Sementara itu, Hendra mencatat realisasi investasi di Kabupaten Tanggamus per September 2026 telah tembus di angka Rp1,041 triliun, jauh melampaui target awal sebesar Rp800 miliar.

Dari capaian tersebut, ia menyebut PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulu Belu menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp915 miliar.

“Sektor penanaman modal, target investasi yang diberikan pemprov untuk tahun 2026 sebesar Rp800 miliar dan Alhamdulillah sudah tercapai. Hingga bulan September, nilai investasi kita sudah mencapai Rp1, 041 triliun. Dimana, Rp915 miliar hanya dari PT PGE,” pungkasnya. (Denny).

  • Share