Sandinews.com–Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemkab Tanggamus resmi mengumumkan nama-nama kandidat yang lulus seleksi administrasi untuk pengisian lima posisi jabatan eselon II yang dilelang. Pengumuman tersebut dirilis pada Senin, 19 Oktober 2026.
Lima posisi JPTP yang dilelang masing-masing memiliki empat pendaftar dengan dua orang di antaranya mengikuti seleksi untuk dua posisi sekaligus.
Berikut daftar peserta seleksi JPTP Pemkab Tanggamus selengkapnya:
1. Sekretaris DPRD
a. Angga Widarma.
b. Evi Yunianti.
c.Joni Fatriansyah.
d. Sonny Yoga Perdana.
2. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
a. Dwi Nopiyanto.
b. Victory Hasan.
c. Tonny Saputra.
d. Ali Imron.
3. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
a. Edwin Syah.
b. Herimansyah.
c. Rakhman Husin.
d. Syarif Zulkarnain.
4. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan:
a. Suryadi.
b. Dwi Nopiyanto.
c. Tonny Saputra.
d. Robbi Zidni.
5. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja:
a. Nashur.
b. Yusmanto Agung.
c. Aguslan.
d. Sujono.
Selanjutnya, seluruh peserta akan mengikuti tahapan uji kompetensi manajerial dan sosial kultural oleh Tim Asesor UPTD Penilaian Kompetensi ASN BKD Provinsi Lampung pada Rabu-Jum’at, 21-23 Oktober 2026, di Hotel Horison, Bandar Lampung.
Terkait minimnya jumlah pelamar yang hanya mencapai empat orang pada setiap posisi JPTP yang dilelang, Kepala BKPSDM Tanggamus, Ivan Kurniawan, menyatakan bahwa proses selter bebas dari pengondisian, pengaturan kandidat tertentu, serta istilah kandidat titipan atau ‘pengantin’.
Dia bilang, pemkab sudah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi setiap ASN untuk mengikuti selter. Adapun mengenai banyak atau sedikitnya jumlah pendaftar, hal ini berada di luar kendalinya.
“Gak ada pengantin, ini bukan nikahan. Ini pendaftaran. Gak ada juga pengkondisian. Yang pasti, sudah dikasih kesempatan daftar seluas-luasnya,” kata Ivan.
“Kalaupun pesertanya sedikit, saya tidak tau kenapa mereka tidak daftar. Kami tidak memaksa orang daftar, tidak juga mencegah mereka untuk tidak mendaftar. Kembali ke pribadi masing-masing aja,” sambungnya.
Di sisi lain, dari lima pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Tanggamus yang sebelumnya digadang-gadang akan mendapat promosi untuk mengisi JPTP yang dilelang, hanya Sonni Yoga Perdana yang resmi mendaftar. Yoga mengikuti seleksi jabatan Sekretaris DPRD, sedangkan empat pejabat lainnya tidak ikutan mendaftar.
Keempat pejabat yang dimaksud yaitu, Sekretaris Inspektorat Gustam Apriyansyah, Kabag Persidangan DPRD Budi Utomo, Sekretaris Bapenda Bayu Mahardika, dan Sekretaris DPMPTSP Wawan Haryanto.
Saat ditanya mengapa absen dari seleksi terbuka, Budi Utomo melalui pesan WhatsApp menyatakan bahwa ia khawatir proses seleksi tersebut tidak dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi, melainkan hanya berdasarkan faktor suka atau tidak suka.
“Alasan saya tidak ikut JPTP; memang siapapun boleh ikut, karena itu semua hak dari setiap ASN yg memenuhi syarat. Akan tetapi, ada syarat yang memang tidak tertulis, yaitu yakin atau tidak bahwa hasil JPTP itu menjamin ASN untuk diangkat dalam jabatan tersebut, like and dislike,” tulis Budi, Senin (19/10/2026).
“Sementara, saya sendiri enggak yakin apakah saya bisa di kriteria ‘like’ atau kriteria ‘dislike’. Lebih baik tetap pada jalur pengabdian di mana pun dan memberikan pengabdian yang bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat pada khususnya dan Kabupaten Tanggamus pada umumnya,” sambungnya.
Ia mengaku malu kepada masyarakat jika jabatan yang diemban tidak bisa memberikan pelayanan serta kontribusi positif, terlebih dirinya merupakan putra daerah Kabupaten Tanggamus.
“Itu aja stateman saya sebagai putra asli Tanggamus,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan kursi Kepala Dinas PUPR yang diincarnya berpeotensi besar bakalan diisi oleh pejabat dari luar daerah, Budi menyatakan bahwa hal itu sah-sah saja. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan hak prerogatif bupati untuk memilih ASN demi mewujudkan visi dan misinya.
“Siapapun yang dipilih bupati atau Baperjakat pastilah yang terbaik bagi Pemda Tanggamus umumnya dan masyarakat Kabupaten Tanggamus pada khususnya,” tutup Budi.
Sementara itu, ketika diberikan pertanyaan yang sama dengan Budi tentang alasan tidak mengikuti seleksi terbuka, Gustam Apriyansyah, Wawan Haryanto, dan Bayu Mahardika kompak memberikan jawaban senada, yaitu belum ada kesiapan. (Denny)











