Rangkaian Puncak Literasi 2026, Wabup Tanggamus Jadi Narasumber Talkshow Literasi

  • Share
Foto: Ist

Sandinews.com–Festival Literasi Kabupaten Tanggamus di Taman Wisata Muara Indah, Kecamatan Kota Agung, berlanjut pada Rabu (14/10/2026). Rangkaian acara kali ini diisi dengan talkshow literasi dan peluncuran buku antologi kearifan lokal Kabupaten Tanggamus.

Duta Baca Kabupaten Tanggamus, Indah Mustika Dewi, bertindak sebagai moderator dalam talkshow literasi. Acara ini menghadirkan tiga pejabat Pemkab Tanggamus sebagai narasumber, yaitu Wakil Bupati Agus Suranto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Aria Resukia, serta Kepala Bidang PPPM Bapperida David Erwin Gunawan.

Sebelum acara resmi dimulai, panitia pelaksana menampilkan Duo Astra yang membawakan lagu ‘Semangat Tanggamus’ dan ‘Tanggamus Jaya’ ciptaan Aji’e Smart.

Penampilan atraktif kedua musisi lokal tersebut sukses memukau hadirin talkshow literasi. Mereka berhasil menyuguhkan aransemen musik yang apik serta lirik lagu yang kuat tentang budaya daerah Tanggamus, kabupaten berjuluk ‘Bumi Begawi Jejama’.

Di dalam talkshow, Wakil Bupati Agus Suranto menyampaikan bahwa literasi merupakan keterampilan kunci untuk masa depan. Kemampuan literasi yang baik memungkinkan seseorang memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara efektif. Oleh karena itu, penguasaan literasi penting bagi seluruh lapisan masyarakat, baik anak-anak, orang tua, pelajar, hingga kalangan pekerja seperti nelayan dan petani.

“Manfaat literasi sangat besar, kenapa? Melalui gerakan literasi yang optimal, maka akan lahir sumber daya manusia yang hebat. Kita umpamakan komoditas singkong. Kalau literasinya sedikit, maka singkong itu cukup direbus. Tetapi kalau literasi masyarakat kita baik, potensi yang sederhana sekali pun, mampu diekploitasi jauh melampaui ekspektasi,” kata Mas Wabup.

Saat ditanya Indah mengenai peran orang tua dalam literasi anak, dirinya menjelaskan bahwa peran orang tua sangat besar dalam mengenalkan konsep literasi kepada anak.

Baca Juga  Habibi dan Zaimna Kembali Menjadi Komisioner KPU Tanggamus, Berikut Nama Komisioner KPU Kabupaten/Kota Lampung

Kata Mas Wabup, literasi tidak hanya bersumber dari kegiatan membaca dan menulis, melainkan dapat diperoleh melalui komunikasi dan keteladanan orang tua di rumah, salah satunya melalui kegiatan makan malam bersama keluarga secara rutin.

“Ini resep dari sahabat saya, usahakan makan bareng dengan anak. Makan bareng keluarga jadikan ritual rutin. Di situlah tempatnya, kita ngobrol dengan anak-anak. Ini merupakan waktu yang sangat berkualitas untuk para orang tua memberikan tambahan literatur kepada anak-anak,” ujarnya.

Sebagai pernyataan penutup, Agus Suranto menitipkan pesan kepada para dewan guru untuk selalu bergerak dan berjuang demi literasi. Kepada para siswa, ia menyampaikan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis tetapi juga memahami apa yang dilihat, dibaca, dan didengar, lalu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Andai saja kegiatan hari ini terus konsisten, InsyaAllah, lima tahun yang akan datang anak-anak kita akan lebih jauh hebat literasinya,” pungkasnya.

Pertanyaan Indah berikutnya ditujukan kepada Kepala Bidang PPPM Bapperida David Erwin Gunawan, mengenai bagaimana literasi masyarakat dapat memperkuat proses perencanaan dalam Musrenbang.

Terkait hal itu, David berharap adanya literasi yang baik di masyarakat saat mengikuti forum perencanaan, baik yang bersifat teknokratif maupun aspiratif. Perencanaan berjenjang ini dimulai dari tingkat dusun, pekon, kabupaten, provinsi, hingga nasional agar program yang muncul benar-benar sesuai kebutuhan. Dengan literasi yang baik, masyarakat yang hadir dapat menyuarakan aspirasi dan kebutuhan mereka secara konkret, rasional, serta jelas.

“Yang disampaikan adalah kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Dengan literasi yang baik, masyarakat yang baik, masyarakat yang cerdas akan tahu mana skala prioritas. Karena masyarakat yang baik, masyarakat yang cerdas akan melihat bagaimana kondisi Kabupaten Tanggamus saat ini,” ujarnya.

Baca Juga  Ada Apa? Musda VI DPD Golkar Tanggamus Mendadak Berubah Jadi Kegiatan Gelam dan Temu Kader

“Apa yang perlu diupayakan, apa yang pantas diusulkan dalam suatu kebutuhan, sehingga dengan rasional, jelas, konkrit, serta dengan adanya evidence based planing. Artinya mengusulkan harus sesuai kebutuhan dan data,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Tanggamus, Aria Resukia, menekankan pentingnya literasi. Ia menyebut bahwa hal baik yang disampaikan dengan cara keliru membuat maksudnya tidak akan tersampaikan secara tepat.

“Literasi dalam perkembangan era digital sekarang ini, semakin luas. Tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga bisa memahami. Kalau kita sudah paham, kita bisa mengkritisi, mengevaluasi,” ungkapnya.

Ia pun berkelakar menggunakan analogi minuman kopi. Menurutnya, karena kurangnya literasi, kopi yang dicampur gula, madu, atau bahan lainnya adalah bentuk pengkhianatan terhadap cita rasa kopi asli.

Ia menegaskan bahwa dalam menyajikan minuman kopi harus pahit tanpa campuran apa pun.

“Begitu pentingnya literasi. Karena kurangnya literasi, kopi dicampur gula. Ini bentuk pengkhianatan nyata dari cita rasa kopi. Jadi, menyajikan kopi harus tetap pahit,” tandasnya.

Setelah berlangsung hampir 60 menit, talkshow literasi berakhir dan dilanjutkan dengan peluncuran buku antologi kearifan lokal, yang juga menjadi bagian dari rangkaian Festival Literasi Kabupaten Tanggamus 2026. (Denny)

  • Share