Sandinews.com–Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, mengintruksikan Satuan Linmas di setiap pekon dan kelurahan untuk mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).
Instruksi itu dia berikan saat menjadi pembin apel kesiapsiagaan Satlinmas di Lapangan Merdeka, Kotaagung, Selasa lalu (13/1/2026).
Dalam arahannya, Bupati Jalan Lurus menekankan agar anggota Satlinmas selalu berjaga di setiap Pos Siskamling, terutama pada malam hari sampai waktu subuh.
Dirinya juga memerintahkan agar mereka rutin berpatroli di titik-titik rawan aksi kejahatan, dan bersinergi secara cepat dengan aparat kepolisian.
Tidak hanya itu, anggota Linmas juga diperintahkan untuk selalu sigap membantu penanggulangan bencana.
Tugas yang diberikan ke Satlinmas begitu kompleks, mencakup keamanan, sosial, sampai kebencanaan.
Lantas, berapakah insentif yang diterima oleh anggota Satlinmas sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat?
Menurut Kabid Keuangan, Kekayaan Aset dan Produk Hukum Pekon DPMD Tanggamus, Roziansyah, S.I.P., insentif anggota Satlinmas dibayar melalui Dana Desa (DD), bukan dari APBD.
Adapun mengenai besaran insentif Linmas, dia bilang ada di dalam Perbup nomor 3 tahun 2023 tentang pedoman standar belanja di pekon.
Dalam perbup tersebut, disebutkan tunjangan atau insentif anggota Satlinmas paling banyak diberikan oleh lurah atau pun kepala pekon sebesar Rp. 500 ribu per bulan.
Realita di lapangan, Rozi mengatakan kepala pekon hanya memberikan insentif ke mereka sebesar Rp. 150 ribu per bulan.
“Pemda tidak bayar insentif Linmas. Yang bayar kepala pekon dengan diambil dari DD.
Besarannya Rp. 150 ribu per bulan per orang,” kata Rozi, mewakili Kadis DPMD, Arpin, Rabu (28/1/2026).
Rozi sendiri menilai insentif yang diterima Satlinmas terbilang kecil. Namun, mengingat anggaran DD yang diterima pemerintah pekon pada tahun ini mengalami penyusutan, dia pun mengaku maklum.
Walau begitu, dirinya tetap berbesar harapan agar lurah dan kepala pekon di Tanggamus bisa menaikkan insentif anggota Linmas sesuai besaran angka di dalam perbup diatas.
“Insentif Linmas Rp. 150 ribu per bulan jika kita definisikan anggaran DD tahun 2025, tentu saja kurang. Kalau untuk tahun sekarang karena DD menyusut, disesuaikan saja berdasarkan musyawarah pekon,” ujarnya.
“Tapi, saya mengimbau agar kesejahteraan mereka bisa ditingkatkan sesuai perbup,” pungkasnya.
Terpisah, Kasi Linmas Sat Pol PP Tanggamus, Joni Hartono, menyebut jumlah anggota Satlinmas di Bumi Begawi Jejama sebanyak sebanyak 2.403 orang.
Dia menyebut, anggota Linmas terbanyak berada di Kecamatan Pugung, dengan total 231 orang yang tersebar di 27 pekon.
Kemudian, Kecamatan Semaka dengan jumlah anggota Linmas sebanyak 213 orang, disusul Kecamatan Wonosobo dengan jumlah anggota Linmas sebanyak 171 orang.
“299 pekon dan 3 kelurahan di Tanggamus sudah ada semua Satlinmas. Total seluruhnya 2.403 orang. Rata-rata per pekon, 8-10 orang Linmas,” kata Joni, mewakili Kasat Pol PP, Ricardo Putra Yasa.
Ditanya soal insentif Satlinmas, dia bilang besaran yang diterima setiap anggota Satlinmas bervariasi mulai dari kisaran Rp. 50-100 ribu per bulan.
Dia sendiri mengaku prihatin dengan insentif yang diterima Satlinmas. Kata Joni, duit segitu tidak sebanding dengan tuntutan dan beban kerja.
Senada dengan Rozi, dirinya pun meminta agar insentif Satlinmas di setiap pekon dan kelurahan bisa ditingkatkan dan disamaratakan.
“Enggak sesuai, kasihan tugasnya berat.
Satlinmas termasuk perpanjangan tangan pemerintah daerah. Garda terdepan dalam membantu memelihara keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum (trantibum) di pekon dan kelurahan,”
“Apalagi kalau ada banjir dan bencana alam, mereka harus turun duluan. Kesejahteraan mereka harus juga disesuaikan dengan tupoksi,” tandasnya.
Berikut rekapitulasi jumlah anggota Satlinmas Kabupaten Tanggamus :
1. Pugung 231 orang.
2.Semaka 213 orang.
3. Talang Padang 158 orang.
4. Kotaagung Barat 114 orang.
5. Kotaagung 131 orang.
6. Kotaagung Timur 85 orang.
7. Gisting 92 orang.
8. Sumberejo 132 orang.
9. Gunung Alip 110 orang.
10. Air Naningan 118 orang.
11. Pulau Panggung 140 orang.
12. Bulok 55 orang.
13. Cukuh Balak 141 orang.
14. Limau 65 orang.
14. Kelumbayan Barat 49 orang.
15. Ulu Belu 167 orang.
16. Wonosobo 171 orang.
17. Pematang Sawa 99 orang.
18.Bandar Negeri Semuong 77 orang.
19. Semaka 213 orang.
20. Kelumbayan 55 orang. (Denny)











