Sandinews.com–Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, memimpin rapat koordinasi program Adiwiyata di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).
Rapat tersebut digelar untuk persiapan mengejar ketertinggalan Kabupaten Tanggamus setelah tidak berpartisipasi selama 5 tahun dalam program tersebut.
Hadir dalam rapat, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Rully Runa Yuda, Kadis Lingkungan Hidup, Kemas Amin Yusfi, Kadis Pendidikan, Victor Libradi, dan pejabat terkait.
Turut serta Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gisting, Heri Nurdin, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sumberejo, Tekat Santoso, Kepala Sekolah SDIT Teladan Kotaagung, Sri Gusti Ningsih, Kepala Sekolah SD Fransiskus Gisting, Sr. M. Agnesia, Kepala Sekolah SD Negeri 3 Gisting Atas, Edi Setiawan, Kepala Sekolah SDN Negeri 1 Way Jaha, Hari Purnomo, dan perwakilan SMP Negeri 2 Pugung.
Dalam arahannya, Agus Suranto mengatakan bahwa ketidakterlibatan Tanggamus dalam program Adiwiyata lima tahun terakhir merupakan momen introspeksi diri untuk meningkatkan efektivitas kinerja.
Untuk itu, dia mengajak seluruh peserta rapat agar terus mengevaluasi diri guna mengejar ketertinggalan.
“Sama-sama kita berkaca bahwa kita memang tertinggal, maka kita harus berlari lebih cepat dari kabupaten lain,” kata Agus.
Dia sendiri memahami bahwa percepatan Adiwiyata memerlukan pembiayaan yang lebih besar dalam persiapannya.
Walau begitu, ia menegaskan bahwa minimnya anggaran bukan alasan untuk membatasi ruang gerak dalam mengejar ketertinggalan.
Dia menyebut kendala tersebut dapat diatasi dengan kolaborasi antarinstansi, baik sekolah, dinas, bahkan pemerintah pekon.
Sementara, Kadis Lingkungan Hidup, Kemas Amin Yusfi, menerangkan bahwa program Adiwiyata merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk menciptakan sekolah yang sehat, bersih, indah, serta menumbuhkan karakter sejak dini kepada anak didik.
Menurutnya, rapat tersebut bertujuan untuk mengevaluasi persiapan sekolah dan mengidentifikasi kendala dalam menghadapi penilaian Adiwiyata.
Adapun dasar digelarnya rapat tersebut mengacu kepada Permen LH No 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata, dan surat edaran Bupati Tanggamus Nomor 660/3639/34/2025 Tentang Imbauan Pelaksanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
“Sebenarnya sekolah-sekolah itu telah melaksanakan program tersebut. Namun, mereka belum bisa memaksimalkan potensi yang ada lantaran beberapa kendala, seperti pengadaan pengolahan sampah dan lain sebagainya,” kata Kemas.
Sebagai bentuk support kepada sekolah, Kemas mengungkapkan bahwa Pemkab Tanggamus akan melakukan pendampingan dan mendukung sarana dan prasarana, seperti pengadaan biopori dan tong sampah terpilah.
Terkait pemberian penghargaan jika sekolah berhasil mendapatkan prestasi pada program tersebut, Kemas mengatakan hal itu telah menjadi catatan tersendiri bagi dinas. Namun, pihaknya masih memikirkan apakah penghargaan akan diberikan dalam bentuk barang atau uang binaan.
“Reward nya akan jadi catatan kita. Apakah akan kita berikan dalam bentuk sarpras seperti printer, laptop, mesin pencacah sampah, ataupun dalam bentuk uang pembinaan. Itu yang masih jadi pemikiran kita,” pungkasnya.
Untuk langkah awal, Pemkab Tanggamus telah menetapkan tujuh sekolah yang terdiri dari tiga SMP, dan empat SD, untuk mengikuti penilaian program Adiwiyata.
Ketujuh sekolah ini akan menjadi percontohan Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Tanggamus sekaligus akan diusulkan ke tingkat nasional sebagai perwakilan daerah.
Berikut sekolah yang dimaksud :
1. SMPN 1 Sumberejo.
2. SMPN 1 Gisting.
3. SMPN 2 Pugung.
4. SD Fransiskus Gisting.
5. SD IT Teladan Kota Agung.
6. SDN 1 Way Jaha.
7. SDN 3 Gisting Atas.
(Teddy)











