Sandinews.com–Persoalan tuntutan ganti rugi dana Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Kabupaten Tanggamus sebesar Rp800 juta oleh Agus Ciek yang sempat menghebohkan publik, telah sampai ke telinga petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
DPP Golkar menegaskan tidak akan menoleransi praktik politik uang dan tidak akan segan melakukan pemecatan terhadap pengurus atau kader yang terbukti melanggar aturan tersebut.
“Tuntut saja. Suruh tunjuk hidung DPP siapa.”
“Kalau ada pengurus DPP yang main uang, saya akan usulkan ke Ketum untuk diberhentikan. Kalau saya sendiri yang melakukan, saya akan mengundurkan diri.”
Pernyataan tersebut disampaikan salah satu petinggi DPP Golkar melalui pesan WhatsApp kepada kader DPD II Golkar Tanggamus, lalu diteruskan ke redaksi Sandinews pada Selasa (6/10/2026).
Persoalan dana Musda Agus Ciek mencuat setelah puluhan anggota keluarga besar Agus Ciek, pada Senin (5/10/2026), mendatangi lokasi Musda VI DPD II Golkar Kabupaten Tanggamus di Hotel Royal Gisting.
Mereka menuntut Plt Ketua DPD II Golkar Kabupaten Tanggamus, Toni Eka Candra, mengembalikan uang Agus Ciek sebesar Rp800 juta menyusul batalnya pelaksanaan Musda Golkar Tanggamus di Gedung Bulok, Kecamatan Pulau Panggung, pertengahan Juni lalu.
“Kalau Musda Bulok sukses dan Agus Ciek jadi ketua, tidak apa-apa enggak dikembalikan karena itu namanya hajat Agus Ciek. Tetapi, Musdanya batal dan diganti Gerakan Lampung Menanam dan temu kader, maka uang harus dikembalikan, karena ini hajat provinsi,” kata juru bicara Agus Ciek, Subhan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Musda VI DPD II Golkar Tanggamus, Rifki, dikabarkan menghilang dari peredaran di tengah kesibukan pelaksanaan Musda.
Menurut Bendahara DPD II Golkar Tanggamus, Ropin, Rifki terakhir kali terlihat pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Sejak saat itu, keberadaannya tidak diketahui.
“Gak ada informasi, enggak tau kemana. Saya berusaha kontak nomornya enggak aktif, ke rumahnya enggak ada. Enggak tau sampai sekarang enggak keliataan. Apa sakit, enggak tau juga,” kata Ropin.
Ketika ditanya mengenai dugaan keterkaitan antara hilangnya Rifki dan dana Musda Agus Ciek, Ropin mengaku tidak dapat memastikannya. Namun, ia mengungkapkan bahwa Agus Ciek telah menyampaikan permintaan maaf terkait dana Musda Rp800 juta tersebut di grup WhatsApp Golkar.
“Tadi pagi Agus Ciek minta maaf di grup, kalau ada selisih omongan dan sebagainya. Kalau soal dana Musda, saya enggak ikut-ikutan. Jadi enggak tau, udah beres apa belum. Saya juga enggak tau,” pungkasnya. (Denny)











