Sandinews.com–Bupati Tanggamus, Moh Saleh Asnawi, memberi instruksi ke setiap perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tanggamus untuk pro aktif menjemput program di kementerian.
Inspektur Daerah Tanggamus, Suhendar Zuber, mengatakan sangat setuju terhadap instruksi Saleh tersebut.
Dia bilang, memang begitu seharusnya. Wajib bagi setiap kepala perangkat daerah untuk berimprovisasi mencari program dari Pemerintah Pusat.
“Wajib kepala OPD, kalau mengandalkan APBD kita kan terbatas. Maka masing-masing OPD harus berimprovisasi,” kata Suhendar di ruang kerjanya belum lama ini.
Ditanya mengenai rencana kerjanya ke kementerian, kata Suhendar, Inspektorat tidak jemput bola seperti perangkat daerah teknis, melainkan hanya sebagai pengawas.
“Kalau kadis kesehatan, dia ke Kementerian Kesehatan. Kadis PUPR ke Kementerian PUPR. Kalau Inspektur fungsinya mengawasi,” ujar Suhendar.
Bagi yang belum tahu, Suhendar Zuber adalah satu dari tiga pejabat yang didatangkan Bupati Tanggamus, Moh Saleh Asnawi, dari luar daerah.
Menurut Suhendar, sebelum hijrah ke Pemkot Bandar Lampung pada tahun 2011, dirinya pernah menjabat Sekcam Sumberejo, dan Camat Gisting.
Di ibukota Provinsi Lampung, beberapa jabatan kepala OPD pernah dia duduki, diantaranya Kadis Pendidikan dan Kepala Kesbangpol.
Selain ringkasan Curriculum Vitae (CV) dan perkataan mengenai integritas, tidak ada lagi informasi yang bisa diperoleh dari Suhendar Zuber berkaitan dengan program kerjanya ke depan.
“Saya lahir di Panti Secanti tahun 1971. SD di Banjar Negeri, Gisting, SMA di Talang Padang. Lulusan STPDN Jati Nangor. S1 dan S2 di LAN dibiayai oleh Pemkab Tanggamus,” ujarnya.
“Saya disini hanya menjalankan visi dan misi bupati, khususnya misi tata kelola pemerintahan yang baik. Program kerja saya berbuat sesuatu yang benar, tujuan yang baik, mensukseskan visi misi bupati dan wakil bupati. Selain ini, menjalankan hal-hal yang jadi tupoksi Inspektorat,” tambahnya.
Ketua DPRD Tanggamus, Agung Setyo Utomo, menanggapi instruksi Bupati Jalan Lurus tersebut, menekankan seluruh perangkat daerah setempat untuk saling berkolaborasi menjemput bola di kementerian.
Kata Agung, setiap kepala OPD harus bahu-membahu dalam membantu pembangunan daerah.
“Instruksi pak bupati harus dijalankan dengan penuh semangat. Kepala OPD harus bahu-membahu, berkolaborasi mendapatkan program dari kementerian,” katanya, Rabu (4/2/2026). (Denny)











