Pusdalops Tanggamus Catat 42 Bencana Alam Terjadi Sepanjang 2024-2025

  • Share
Foto Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus, Irvan Wahyudi. (Teddy)

Sandinews.com–Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Tanggamus merilis data kumulatif kejadian bencana alam yang melanda daerah itu sepanjang tahun 2024-2025.

Berdasarkan data grafis yang dirilis, tercatat 30 kejadian bencana alam terjadi pada tahun 2025. Sedangkan pada tahun 2024, kejadian bencana alam tercatat sebanyak 12 kali.

Dari data tersebut, menunjukkan terjadinya peningkatan bencana alam di Kabupaten Tanggamus pada tahun 2025 jika dibandingkan tahun 2024.

Menurut Kalak BPBD Tanggamus, Irvan Wahyudi, meningkatnya kejadian bencana alam disebabkan karena adanya badai Siklon dan badai La Nina disejumlah wilayah sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan cuaca secara ekstrem.

Dia bilang, kondisi itu makin diperparah lantaran letak geografis Kabupaten Tanggamus yang berada di perbukitan.

“Perubahan iklim global menjadi faktor utama, belum lagi di akhir tahun kita dihantui adanya potensi gempa Mega Trust”, kata Irvan, Rabu (7/1/2026)

Dia menyebut, banjir bandang menjadi jenis bencana paling mendominasi dengan frekuensi kejadian paling tertinggi. Disusul musibah kebakaran bangunan, dan cuaca ekstrem.

“Pada bulan Mei 2025 mencatatkan angka tertinggi dengan 7 kejadian, diikuti oleh bulan Juni dengan 5 kejadian,” ujarnya.

“Dari hasil pemetaan menunjukkan daerah rawan tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari wilayah pesisir hingga pegunungan,” tambahnya.

Penuturan Irvan, untuk mencegah terjadinya bencana yang tidak diinginkan, Pemkab Tanggamus melalui BPBD menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat memasuki pergantian musim.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana yang bakal terjadi pada tahun 2026, BPBD bakal terus melakukan monitoring, serta berkordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

“Karena kondisi cuaca yang tidak bisa di prediksi, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana di Bumi Begawi Jejama,” pungkasnya.

Baca Juga  Kuasa Hukum Bupati Tanggamus Bantah Tudingan Jhon Morin : Soni Laberta Bukan Keponakan Saleh Asnawi

Berikut 12 kejadian bencana alam di Kabupaten Tanggamus pada tahun 2024 :

Tanah longsor 4 kejadian.
Banjir dan longsor 1 kejadian.
Banjir 1 kejadian.
Banjir bandang 1 kejadian.
Angin kencang/cuaca ekstrem 2 kejadian.
Kebakaran 1 kejadian.
Orang hilang / tenggelam 2 orang.

Dampak :

Rumah terendam banjir 1.399 unit.
Rumah rusak berat 358 unit.
Rumah hanyut 1 unit.
Rumah rusak sedang 12 unit.
Warga mengungsi 7 orang.
Korban jiwa 6 orang.
Hewan ternak hilang atau mati 19 ekor.
Kantor desa mengalami kerusakan 1 unit.
Padepokan silat mengalami kerusakan 1 unit.
Lahan pertanian terendam banjir seluas 1.321,6 hektare.
Lahan perkebunan terendam banjir seluas 4 hektare.
Jembatan rusak 9 titik.
Tanggul jebol 4 titik.
Badan jalan tertimbun longsor 22 titik, salah satunya menyebabkan akses jalan provinsi terputus.

Kejadian bencana alam tahun 2025 :

Cuaca ekstrem 4 kejadian.
Banjir bandang 1 kejadian.
Banjir Rob 3 kejadian.
Banjir 6 kejadian.
Banjir dan tanah longsor 5 kejadian.
Longsor 2 kejadian.
Gempa bumi 1 kejadian.
Puting beliung 1 kejadian.
Kebakaran yang dilaporkan di BPBD 5 kejadian.
Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) 2 kejadian.

Dampak :

Korban jiwa yang disebabkan KMM 2 orang.
Korban mengungsi 64 orang.
Rumah terendam 1.996 unit.
Rumah rusak berat 18 unit.
Rumah rusak sedang 13 unit.
Rumah rusak ringan 56 unit.
Lahan pertanian terendam banjir seluas 222 hektare.
Lahan perkebunan terendam banjir seluas 55 hektare.
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) rusak berat 1 unit.
Sekolahan PAUD, SD, SMP, rusak ringan masing-masing 1 unit.
Tempat pengajian rusak ringan 1 unit.
Serta sebanyak 2 kantor pekon dan 1 masjid ikut terdampak.
Kemudian, 3 jembatan rusak berat dan 9 rusak sedang.
Kerusakan tanggul di 14 titik.
Sedimen tanah longsor menimbun badan jalan di 38 titik, salah satunya menyebabkan jalan milik provinsi yang menghubungkan Kecamatan Kotaagung Timur – Cukuh Balak terputus.
Terakhir, 1 kandang kambing rusak berat, dan perahu nelayan ikut terdampak.

Baca Juga  Pemkab Tanggamus Resmi Lelang Jabatan 5 Kepala OPD, Kepala BKPSDM: Setiap ASN Punya Peluang, Tidak Terbatas di Tanggamus Saja

Dalam penanganan bencana alam, BPBD senantiasa berkoordinasi bersama instansi terkait, baik TNI, Polri, Basarnas, dan lainnya.

BPBD juga melakukan assessment sebagai bentuk penanganan darurat, melakukan operasi pencarian korban selamat, membersihkan puing-puing pasca bencana dan melakukan evakuasi, menyalurkan bantuan logistik, membuka posko layanan kesehatan dan dapur darurat.

Layanan Darurat & Informasi:
📞 Call Center: (0722) 7220251
📱 WhatsApp: 0821 8397 1011
📧 Email: [email protected]
FB: Bpbd Tanggamus

(Teddy)

  • Share