Sandinews.com–Bupati Tanggamus, Moh Saleh Asnawi, bakal gelar asesmen bagi kepala sekolah dan calon kepala sekolah SD dan SMP.
Kata bupati, gelaran tersebut akan menjadi evaluasi kinerja bagi kepala sekolah sekaligus peluang promosi bagi pelaksana tugas (plt) kepala sekolah.
Terkait jadwal pelaksanaan, diutarakan Plt Kabid Ketenagaan Disdikbud Tanggamus, Agus Rohmanto, pihaknya masih akan berkoordinasi ke provinsi, dan BKPSDM Tanggamus.
“InsyaAllah, dalam waktu dekat kami akan ke provinsi untuk menyiapkan soal dan sebagainya. Kemudian koordinasi dengan BKPSDM,”
“Kalau semua sudah siap, baru akan dilaporkan ke pimpinan untuk jadwal dan lokasinya,” kata Agus, belum lama ini.
Menurut Agus, semua kepala sekolah, dan guru bisa ikut asesmen. Syaratnya, harus memenuhi kriteria.
Jika tidak terpenuhi, maka sesuai amanat Bupati Jalan Lurus, dia jamin tidak akan bisa.
“Kan ada syaratnya. Kalau tidak memenuhi persyaratan ya tidak bisa ikut. Pimpinan bilangnya begitu,” ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Tanggamus, Romzi Edy, menyatakan mendukung penuh langkah yang akan diterapkan Saleh Asnawi itu.
Menurut dia, hal itu sangat penting agar mendapatkan kepala sekolah yang cakap dan berintegritas.
Dia sendiri berharap agar asesmen tidak hanya dilakukan bagi para kepsek, melainkan diterapkan pula bagi seluruh pejabat eksekutif Tanggamus.
Dengan begitu, dia bilang, akan merubah pola pikir setiap ASN di lingkungan pemkab untuk bekerja lebih inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Sudah benar langkah asesmen yang dilakukan pak bupati. Tapi, harusnya dilakukan juga di seluruh perangkat daerah sehingga muncul orang-orang yang berintegritas,”
“Langkah asesmen akan merubah mindset pegawai dan pejabat pemda menjadi semangat birokrasi,” ujarnya.
Menurut Romzi, untuk memotivasi kerja para pegawai dan pejabat di lingkungan pemkab, menurutnya, sangat perlu adanya peningkatan tunjangan penghasilan (TP) bagi PNS dan ASN.
Tidak hanya itu, bagi pegawai pemkab yang rajin, dan disiplin, dia berujar, supaya diberikan reward agar motivasi mereka lebih terdorong lagi dalam bekerja.
“Tapi, kita harus realistis dengan melihat kondisi keuangan daerah,”
“Sebab itulah penting bagi pemkab untuk meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya. (Denny)











