Sandinews.com–Keinginan kepala sekolah (kepsek) SD untuk mundur menjadi guru bukan hanya terjadi di Kecamatan Ulu Belu, melainkan hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Tanggamus.
Hal itu disampaikan ketua K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Tanggamus, Mursalin, Ahad (24/8/2025).
Menurutnya, alasan kepsek mundur sama yakni tidak tahan menghadapi intimidasi oknum wartawan.
Bedanya, kata dia, jika di Ulu Belu 9 kepsek benar-benar mengundurkan diri, sedangkan kecamatan lain masih bisa ditahan dan dicegah keinginannya.
“Ya, memang kenyataan seperti itu, bukan Ulu Belu saja yang seperti itu, tapi hampir semua kecamatan. Cuman yang lain masih bisa diatasi dan diberikan arahan,” katanya.
Menyikapi maraknya oknum wartawan yang berkeliaran dan meresahkan kepsek, Sekretaris Inspektorat Tanggamus, Gustam Apriyansyah, mengatakan bisa memahami keadaan yang dialami para kepsek.
Dirinya pun menyemangati agar kepsek tetap konsisten dalam menjalankan tugasnya.
“Setiap pekerjaan memiliki resikonya sendiri. Hadapi dan jangan takut apabila benar,” ujarnya.
Gustam sendiri menyebut pihaknya akan tetap berkomitmen mengawasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Dia pun mengimbau agar kepsek menggunakan dana BOS sesuai petunjuk teknis (juknis) yang sudah ditetapkan.
“Jangan gunakan dana BOS diluar juknis. Inspektorat tidak akan mentolerir apabila ditemukan adanya penyimpangan,” ujarnya.
Dugaan intimidasi yang dilakukan oknum wartawan terhadap kepsek, khususnya di Kecamatan Ulu Belu, turut memantik reaksi dari Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI).
Ketua LPKNI Yuliar Baro mengatakan praktik pemerasan dengan mengatasnamakan profesi wartawan tidak boleh dibiarkan dan harus segera ditindak aparat penegak hukum (APH).
“Bilamana ada dugaan pemerasan dan intimidasi terhadap kepala sekolah maupun dewan guru, saya sangat mendukung untuk segera dilaporkan ke APH,” katanya.
“Karena hal itu merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan banyak pihak, termasuk mencoreng marwah profesi wartawan yang bekerja profesional,” tambahnya. (Denny)











