Sandinews.com–SZ, tahanan Rutan Kotaagung, diduga menjadi korban malpraktik di RSUD Batin Mangunang (RSUD BM), Tanggamus.
Dugaan itu muncul usai mendapat keterangan dari dokter di salah satu Klinik di Kabupaten Pringsewu, setelah dia melihat hasil pemeriksaan laboratorium SZ di RSUD BM.
Hasil cek lab SZ menyatakan bahwa HGB (Hemoglobin) 7, PLT (Pelatelet) atau trombosit 6 ribu, dan S (Suhu) 38,1.
Menurutnya, dengan kondisi seperti itu, SZ semestinya masih harus mendapatkan perawatan secara intensif di RSUD BM.
“Gil*, trombosit rendah begini mereka sudah suruh pulang?,” ujarnya keheranan.
Dokter itu bilang, trombosit SZ sangat rendah sehingga mengakibatkan terjadinya pengentalan d*r*h yang menyebabkan timbulnya syok Hipovolemik yang diduga menjadi penyebab meninggalnya SZ.
Selain itu, SZ juga masih dalam kondisi demam karena suhu tubuhnya masih tinggi.
“Trombositopenia (trombosit rendah) bisa menyebabkan syok yang jadi penyebab meninggalnya,”
“Demam juga masih tinggi, 38,1. Normalnya itu 36-37. Seharusnya kondisi seperti itu tetap dirawat jangan dulu diizinkan pulang,” ujarnya.
Ikut kata dokter itu, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, penyakit DBD yang diderita SZ termasuk akut, bukan kronis.
Penyakit akut, terangnya, lebih beresiko ketimbang kronis.
Keterangan dokter itupun senada dengan pernyataan Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kotaagung, Prameswari, yang menyebut kondisi SZ masih belum normal pada saat dikembalikan ke Rutan Kotaagung, sehari sebelum meninggal atau tepatnya pada tanggal 4 Juli 2025.
“Sebelum pulang saya tanya keadaannya seperti apa ? dari penuturan perawat rutan, Hb-nya belum normal masih 7, trombositnya 6 ribu,”kata Prameswari.
“Saya bilang sama perawat Rutan, kalo belum normal kok sudah disuruh pulang ? Iya Bu katanya sudah persetujuan,” tambahnya.
Baru semalam dikembalikan ke Rutan, besoknya pada tanggal 5 Juli 2025 pukul 16.00 WIB, SZ kembali dirujuk ke RSUD BM.
Satu jam di ruang UGD, pukul 17.00 WIB, SZ dinyatakan meninggal.
Dugaan mal praktik disematkan lantaran tenaga medis RSUD BM memulangkan SZ yang masih sakit, dan kondisi tersebut menyebabkan kematian. (Denny)











