Sandinews.com–Satu orang tahanan Rutan Kotaagung berinisial SZ meninggal dunia di RSUD Batin Mangunang pada Sabtu 5 Juli 2025, pukul 17.00 WIB.
Warga Pekon Kuripan, Kecamatan Limau itu meni nggal akibat penyakit DBD yang dia derita sejak 1 bulan belakangan.
Meninggalnya SZ dipersoalkan pihak keluarga. Mereka menuding tenaga medis RSUDBM tidak serius dalam penanganan pasien hingga menyebabkan SZ meninggal.
“Kami sangat kecewa terhadap pelayanan dan penanganan medis RSUD BM. Jelas-jelas ayah saya masih meradang sakit belum bisa jalan dan masih sulit berbicara tapi pihak rumah sakit terlalu buru-buru mengembalikan ayah saya Rutan,”
“Padahal sudah jelas hasil laboratorium ayah saya masih sakit parah bahkan ayah saya sempat bilang bahwa badan masih terasa lemas dan menahan rasa sakit,” kata Dendi, anak SZ, Rabu (9/7/2025).
Menurut keterangan Hidayat, paman Dendi, SZ pertama kali diantar pihak Rutan masuk RSUD BM pada Sabtu tanggal 28 Juni 2025.
Disana, SZ dirawat inap sampai hariJum’at tanggal 4 Juli 2025.
“Hari Jum’at saudara saya ini dinyatakan sembuh oleh pihak RSUD BM. Kemudian dikembalikan lagi ke Rutan Kotaagung,” kata Hidayat.
“Nah, pada keesokan harinya Sabtu (5/7/2025), kondisi SZ kembali memburuk sehingga dibawa kembali oleh petugas Rutan ke RSUD BM. Kemudian, jam 5 sore sudah dinyatakan men*ngg*l dunia oleh pihak RSUD BM,” sambungnya.
Menurut Hidayat, SZ m*n*ngg*l tanpa ada satupun dari pihak keluarga yang ikut mendampingi. Ia sendiri mengaku mendapat kabar SZ usai dihubungi pihak RSUD BM.
Atas kejadian ini, dirinya menyebut bakal memperpanjang permasalahan ini sampai ke ranah hukum.
“Sangat kami sesalkan kenapa abang saya belum 100 persen sembuh tapi sudah dipulangkan,”
“Belum penuh 1 hari 1 malam di Rutan, sudah kembali masuk RSUD BM. Artinya kondisi saudara saya ini belum sembuh total,” sesalnya.
“Yang jelas kami dari pihak keluarga dan anak-anaknya sangat kecewa terhadap pelayanan kesehatan pihak RSUD BM, dan kami akan segera konsultasi ke pihak-pihak berwenang untuk menangani permasalahan ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD BM, dr Theresia Hutabarat dikonfirmasi terkait hal ini belum bisa berkata banyak.
Dia bilang, masih akan meminta konfirmasi terlebih dahulu kepada bidang pelayanan.
“Saya masih di Kemenkes. Sebentar saya akan konfirmasi dulu sama bidang pelayanan,” ujarnya. (Denny)











