Hasil Asesmen BPBD Pasca Banjir Way Pihabung : 20 Meter Tanah Erosi, 1 Orang Mengungsi, 1 Ekor Kambing dan Kandangnya Hanyut

  • Share
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus saat meninjau dan melakukan asesmen pasca banjir Way Pihabung, Ahad (13/4/2025). Foto : Denny

Sandinews.com–Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus melakukan assesmen di lokasi terdampak banjir Way Pihabung, di Pekon Suka Banjar, Kecamatan Kotaagung Timur, Ahad (14/4/2025).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid mengatakan, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, TRC BPBD mencatat dampak yang ditimbulkan pasca meluapnya air Sungai Pihabung pada Sabtu sore kemarin (12/4/2025), membuat 20 meter tanah yang berada di sisi kiri sempadan sungai erosi tergerus banjir. Akibatnya, 1 ekor kambing berserta kandang milik warga hanyut terbawa arus banjir dan 1 orang warga bernama Yanto mengungsi.

“Dari hasil asesmen sudah bisa kita simpulkan bahwa penanganan yang akan dilakukan yaitu, normalisasi sungai sepanjang 300 meter dan pemberonjongan sepanjang 50 meter,” kata Hendarman.

Dia pun meminta Pemerintah Pekon Suka Banjar untuk secepatnya membuat proposal yang ditujukan ke BPBD agar pengerjaan dapat segera dilaksanakan.

“Kami tunggu proposal dari pekon agar dapat segera diajukan ke pimpinan. Kalau memang urgent, mudah-mudahan bisa secepatnya terealisasi,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Pekon Suka Banjar, Yovi Yanas, ketika di konfrontir terkait pernyataan yang dia berikan soal jumlah pengungsi terdapat perbedaan selisih dengan hasil asesmen BPBD, Yovi mengatakan saat terjadinya banjir, dirinya telah menginstruksikan kepada setiap warga yang tinggal berdekatan di sekitar bantaran sungai untuk segera mengungsi menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Ternyata, tidak semua warga mengikuti instruksi tersebut. Sementara, ia sendiri sudah terlanjur memberikan pernyataan ke wartawan dan pihak kecamatan terkait jumlah rumah terdampak banjir dan warga pengungsi.

“Saya minta maaf soal itu. Tetapi, kalau dihitung memang ada 30 rumah yang berdekatan dengan aliran sungai. Saat banjir kemarin ada 13 rumah yang terdampak. Mereka semua saya suruh ngungsi. Kalau tidak diambil tindakan itu, dikhawatirkan apabila terjadi hujan turun lagi kemudian banjir dan longsor kita tidak salah lagi,”kata Yovi.

Baca Juga  Mediasi di Rumdis Kapolres Berjalan Sukses, Forum Honorer Tanggamus Batal Gelar Aksi Damai

Sebelumnya, saat air Sungai Pihabung meluap kemarin sore, (12/4/2025) Yovi Yanas mengonfirmasi terdapat 30 rumah warga yang berada di sepanjang bantaran sungai kebanjiran. Akibatnya, sebanyak 13 kepala keluarga terpaksa mengungsi untuk menghindari luapan air sungai.

“Banjir sudah terjadi sejak Kamis malam (9/4/2025), sampai dengan sore ini. Ketinggian air Sungai Piabung sampai sekarang sudah mencapai 2 meter,” kata Yovi.

Yovi bilang, akibat meluapnya Sungai Piabung, sejak kemarin malam warga yang terdampak banjir memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Ada 13 rumah yang mengungsi,” ujarnya lagi.

(Denny)

  • Share