Batal Diresmikan, Asisten II Ungkap Sejarah Dibalik Pembangunan Taman Kota Ir Soekarno

  • Share
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya Mega. Foto (Dok.Ist)

Sandinews.com–Pj Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan bersama Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus terpilih Moh Saleh Asnawi dan Agus Suranto direncanakan akan meresmikan Taman Kota Ir Soekarno Kotaagung, hari ini Senin (13/1/2025).

Sayangnya, rencana pembukaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu gagal lantaran ambrolnya salah satu dinding beton Taman Kota yang berada persis di hadapan Lamban Balak rumah dinas Bupati pada Jum’at malam (10/1/2025).

Runtuhnya dinding beton sepanjang 15 meter itu memaksa satuan kerja terkait untuk membatalkan rundown opening seremonial peresmian sampai proses perbaikan RTH rampung.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya Mega mengungkapkan kisah sejarah dibalik pembangunan Taman Kota Ir Soekarno Kotaagung.

Ia menyebut, konsep penataan taman kota berangkat dari sejarah awal berdirinya Kecamatan Kotaagung yang merupakan ibukota Kabupaten Begawi Jejama.

Selain itu, pendirian patung Presiden Soekarno dan penamaan taman kota yang menggunakan nama sang proklamator pun tidak terlepas dari riwayat sejarah yang mencatat bahwa presiden pertama itu pernah datang dan berpidato di area taman kota.

“Taman kota yang sedang dibangun sekarang ini untuk pengingat bagi kita dan generasi gen Z jika Presiden Soekarno sekitar tahun 1948 pernah berpidato di tempat itu,” kata HW Mega, mewakili Pj Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan, Selasa (13/1/2025).

Ia menjelaskan, jika dulunya Kecamatan Kotaagung adalah wilayah pertama di Kabupaten Tanggamus yang dimasuki kolonial Belanda pada tahun 1889.

Kala itu, Kecamatan Kotaagung merupakan wilayah singgah dengan perkembangan yang sangat pesat.

“Kotaagung ini dulunya memiliki pemerintahan sendiri yang dipimpin oleh seorang controller,” ungkapnya.

Kotaagung, kata Mega, memiliki nilai-nilai budaya dan sejarah yang signifikan. Sehingga, dalam upaya melakukan penataan dan pengembangannya diperlukan strategi yang tepat.

Baca Juga  Per 31 Desember 2025, Kabupaten Tanggamus Tidak Lagi UHC Non Cut Off

“Perkembangan Kotaagung mulai dari masa kolonial, kemerdekaan, hingga era reformasi dan otonomi daerah dengan terbentuknya Kabupaten Tanggamus telah menyimpan banyak cerita dan sejarah,” ujarnya.

Menurutnya, dalam proses pembangunan Taman Kota Ir Soekarno menerapkan strategi konsep pengembangan kawasan agro minapolitan, konsep resilient liveable city atau konsep kota yang tangguh dan layak huni, konsep creative and inovatif city atau konsep kota kreatif dan inovatif dan konsep creative and heritage tourism atau konsep bangunan sejarah.

Sebab itu, ia menilai dengan dibangunnya taman kota di tengah-tengah jantung ibukota, akan semakin menumbuhkembangkan kawasan perkotaan Kotaagung menjadi pusat kota yang kreatif dan berkelanjutan.

“Dampak lainnya yang akan dirasakan ialah masyarakat memiliki ruang rekreasi, sekaligus tempat interaksi yang mengedukasi,”ujar Mega.

Diterangkan dirinya, berdasarkan konsep perencanaan, di sepanjang kawasan pusat kota mulai dari kawasan Jalan Ir H Juanda, Jalan Samudera, Jalan Merdeka, Jalan Dwi Tunggal sampai dengan kawasan taman kota memiliki potensi pertumbuhan yang cepat dan padat karena merupakan kawasan kota tua yang jika ditelisik berdasarkan sejarah telah berdiri sejak tahun 1889.

Kawasan tersebut, tuturnya, merupakan koridor ekonomi dan secara sistematis menjadi gambaran wajah kota.

“Nah, jika lihat dari pola pemanfaatan ruang, kawasan di sepanjang kawasan ini berjalan lambat, padahal urat nadi lintas barat. Namun begitu, secara ekonomi, perkembangan penggunaan lahan dan sosial kawasan ini belum signifikan terpengaruh dengan lalulintas regional,” tutur Mega.

Diungkap Mega, Pemerintah Kabupaten Tanggamus meyakini jika Taman Kota Ir Soekarno akan mampu berkembang dan bertransformasi menjadi salah satu katalis pertumbuhan sebagai pusat orientasi kawasan ibukota.

“InsyaAllah, kedepan perwajahan ibukota Kabupaten Tanggamus akan lebih tertata dan lebih harmonis dengan adanya taman kota,” tutup Mega. (Denny)

  • Share