Wirahadikusumah : Wartawan Profesional Takut Melanggar Kode Etik

  • Share
Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXXV Tahun 2024 yang diselenggarakan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Pikiran Rakyat bersama PWI Lampung, di Hotel Kencana Berlian, Lampung Timur, Kamis (27/12024). Foto (Dok. PWI)

Sandinews.com–Wartawan yang profesional ialah yang mampu menggabungkan antara keterampilan dan etika jurnalistik.

Kalimat itu disampaikan Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah saat closing ceremony pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXXV Tahun 2024 yang diselenggarakan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Pikiran Rakyat bersama PWI Lampung, di Hotel Kencana Berlian, Lampung Timur, Sabtu (28/12/2024).

Dalam penyampaiannya, Wirahadikusumah sangat menekankan mengenai pentingnya menjaga etika dalam menjalankan tugas-tugas kewartawanan.

Dirinya menyebut, jika wartawan profesional akan takut untuk melanggar kode etik.

“Wartawan profesional takut melanggar kode etik,”kata Wira, sapaan akrabnya.

Menurut Wira, ketiadaan etika dalam diri seorang wartawan, merupakan suatu bentuk yang menunjukkan ketidakprofesionalan seorang jurnalis.

Meskipun seorang wartawan memiliki keahlian yang mumpuni dalam bidang jurnalistik, tetapi jika tidak disertai dengan etika, maka Wira mengatakan, wartawan seperti itu bukanlah jurnalis yang berkualitas.

“Ada skill, tapi tidak memiliki adab, maka bukan jurnalis yang berkualitas,” ujarnya.

Sebab itu, ia meminta agar para wartawan, khususnya yang tergabung di PWI Lampung agar benar-benar dapat meresapi 11 kode etik jurnalistik saat melakukan tugas jurnalisme.

“Resapi 11 pasal kode etik, karena etika sangat berhubungan erat dengan moralitas,” ucap Wira.

Ia pun berpesan, bagi wartawan yang telah lulus dan dinyatakan berkompetensi dalam pelaksanaan UKW agar tidak jemawa merasa hebat, sehingga melupakan kode etik.

Diterangkan Wira, UKW tidak akan menjamin menjadikan seorang wartawan untuk patuh dalam menjalankan kode etik dan Undang-Undang (UU) Pers.

Ia mengungkapkan, banyak wartawan yang telah mengikuti UKW dan berkompetensi masih tetap melakukan pelanggaran kode etik dan UU Pers.

“Selamat bagi peserta yang dinyatakan berkompetensi, saya tekankan jangan pongah, merasa jemawa. UKW tidak menjadikan seseorang patuh dalam menjalankan kode etik dan UU Pers,”tegasnya.

Baca Juga  Kurang Modal, Bank Syari'ah Tanggamus Deposito Rp.3 Miliar ke Bank Muamalat : Direktur Dapat Innova Zenix

Tak lupa, ia juga berpesan dengan menyemangati bagi peserta yang belum dinyatakan berkompeten dalam pelaksanaan UKW kali ini untuk kembali menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan UKW selanjutnya, yang direncanakan akan digelar pertengahan tahun mendatang.

“Bagi yang belum dinyatakan berkompeten jangan patah semangat, masih ada waktu enam bulan kedepan untuk ikut UKW lagi,”pesan Wira.

Selain menggelar uji kompetensi, salah satu upaya lain yang dilakukan PWI Lampung untuk mencetak para wartawan profesional yang memiliki kualitas berlandaskan etika ialah dengan rutin melaksanakan pendidikan dan pelatihan (Diklat).

“InsyaAllah, PWI akan terus melakukan kegiatan diklat jurnalistik dan UKW,”tutup Wira.

Untuk diketahui, dari jumlah total 24 peserta yang mengikuti UKW jenjang wartawan muda, sebanyak 12 wartawan dinyatakan berkompeten, sedangkan 7 peserta lainnya masih belum berhasil meraih predikat kompeten dari dewan penguji. Sementara, 5 orang sisanya berhalangan hadir.

Ketua Dewan Kehormatan, PWI Lampung, Iskandar Zulkarnaen menerangkan, bahwa saat ini terdapat sebanyak 852 wartawan di Lampung yang sudah mengikuti UKW dan menyandang predikat sebagai wartawan kompeten.

“UKW ini memberi pengalaman dan dedikasi, baik ujian praktek. Bahasa dunia jurnalistik bukan hal kecil tapi besar,”ujar Iskandar.

Sementara, Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Pikiran Rakyat Reva Riana menerangkan, jika pelaksanaan UKW bertujuan untuk mengukur kapasitas kemampuan seorang wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Ia pun mengiringi ucapan selamatnya dengan berpesan kepada para peserta yang lulus UKW untuk tidak sombong dengan tetap mengasah keterampilan diri lebih baik lagi.

“Bagi yang belum berkompetensi, jangan patah arang masih ada UKW lainnya. Jadikan ini sebagai tempat menimba ilmu, terimakasih PWI Lampung,” ujar Reva. (Denny) 

  • Share