Sandinews.com–Bupati Tanggamus, Moh Saleh Asnawi, resmi meluncurkan Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan di Kecamatan Cukuh Balak.
Penandatanganan prasasti oleh Bupati Jalan Lurus menandai peluncuran yang menjadi simbol dimulainya pelayanan kesehatan yang dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat kepulauan.
Kegiatan tersebut dilakukan secara simbolis di UPTD Puskesmas Rawat Inap Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, pada Selasa (23/6/2026). Acara ini merupakan salah satu rangkaian dari Penguatan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Pesisir, Kepulauan, dan Daerah Terpencil yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Tanggamus.
Selain itu, dalam rangkaian acara yang sama, turut diselenggarakan kegiatan berikut :
Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk masyarakat.
Penyerahan secara simbolis 1 unit mobil ambulans kepada Puskesmas Rawat Inap Putih Doh.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BNNK Tanggamus dan Dinas Kesehatan terkait Program OPD Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Penganugerahan Bupati Tanggamus Health Excellence Award 2026 kepada empat puskesmas berprestasi dengan capaian terbaik dalam Program Cek Kesehatan Gratis.
Adapun empat puskesmas yang dimaksud yakni:
1. Puskesmas Gunung Sari, Kecamatan Ulu
Belu, dengan capaian kinerja 70,94 persen.
2. Puskesmas Kelumbayan, Kecamatan
Kelumbayan, dengan capaian kinerja 62,15
persen.
3. Puskesmas Sanggi Kecamatan Bandar
Negeri Semuong, dengan capaian kinerja 60,35
persen.
4. Puskesmas Way Nipah Kecamatan
Pematang Sawa, dengan capaian kinerja 58,23
persen.
Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus, Herry Novrizal, dalam laporannya mengatakan bahwa Pemkab terus berupaya memperkuat infrastruktur kesehatan sebagai fondasi pelayanan kesehatan primer.
Menurutnya, pada tahun 2025 telah diselesaikan 11 pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan yang terdiri atas pembangunan Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan, pembangunan tiga Puskesmas Pembantu baru, serta renovasi tujuh Puskesmas Pembantu yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Tanggamus.
Sementara itu, untuk tahun 2026, pihaknya berencana melakukan 14 kegiatan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan. Kegiatan ini mencakup relokasi Puskesmas Gisting, pembangunan rumah dinas tenaga kesehatan, renovasi puskesmas dan puskesmas pembantu, serta pembangunan sarana pendukung lainnya.
“Pembangunan tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Tanggamus dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga wilayah terpencil, pesisir, pegunungan, dan kepulauan,” kata Hernov, akronim namanya.
Selain pembangunan fisik, Hernov juga menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan pelayanan promotif dan preventif. Dia menyebut, berdasarkan data per 21 Juni 2026, capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 246.100 penduduk atau sebesar 38,39 persen dari total sasaran 641.036 penduduk.
Dia bilang, perolehan tersebut merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan lantaran Kabupaten Tanggamus telah mencapai lebih dari 80 persen dari target tahunan sebesar 46 persen jumlah penduduk.
Sementara itu, dalam upaya eliminasi tuberkulosis, hingga 21 Juni 2026 capaian notifikasi kasus telah mencapai 30,02 persen dari target penemuan 2.532 kasus. Pada periode yang sama, angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) tuberkulosis telah mencapai 86,8 persen.
Dirinya menilai bahwa capaian tersebut menunjukkan upaya penemuan kasus aktif, investigasi kontak, pengobatan, serta pendampingan pasien terus berjalan dengan baik.
“Adapun Puskesmas dengan kontribusi notifikasi kasus tuberkulosis tertinggi saat ini adalah Puskesmas Martanda, Puskesmas Pulau Panggung, Puskesmas Bulok Sukamara, dan Puskesmas Gunung Sari,” ujarnya.
“Tingginya notifikasi kasus pada puskesmas tersebut mencerminkan semakin baiknya kemampuan tenaga kesehatan dalam menemukan kasus secara aktif dan memutus rantai penularan di masyarakat,” tambanya.
Kendati telah mendapatkan berbagai pencapaian tersebut, ia mengaku masih terdapat beberapa tantangan yang harus diperbaiki. Tantangan tersebut meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan cakupan pemeriksaan kehamilan K6, percepatan skrining bayi baru lahir, serta upaya penurunan kematian ibu dan bayi.
Di kesempatan itu, ia juga meminta dukungan bupati untuk beberapa agenda strategis pembangunan kesehatan di
Kabupaten Tanggamus.
Dukungan yang dimaksud diantaranya :
1. Penguatan transformasi digital
puskesmas melalui penyediaan Tablet PC untuk mendukung pengelolaan data wilayah kerja, kunjungan rumah, surveilans kesehatan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
2. Pengembangan pelayanan kesehatan
wisata bahari di Teluk Kiluan melalui pembentukan Coastal Emergency Health Post atau Pos Kesehatan Wisata Bahari Teluk Kiluan sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Tanggamus.
3. Penguatan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar puskesmas mampu tumbuh menjadi institusi pelayanan publik yang lebih profesional, inovatif, responsif, dan memiliki kemandirian finansial yang sehat.
Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemkab Tanggamus berkomitmen untuk selalu menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Dia menegaskan bahwa pembangunan kesehatan adalah investasi masa depan generasi bangsa. Menurutnya, kesehatan yang baik akan melahirkan generasi yang cerdas, meningkatkan produktivitas masyarakat, menurunkan angka kemiskinan, dan memperkuat daya saing daerah.
“Kabupaten Tanggamus memiliki geografis yang unik, terdiri dari wilayah pegunungan, pesisir dan kepulauan. Pendekatan pelayanan kesehatan jelas berbeda dibandingkan di wilayah perkotaan. Kondisi geografis menghadirkan tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan,” ujarnya.
“Namun, hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Justru karena kondisi inilah pemerintah harus hadir lebih dekat dan lebih responsif. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap warga tanpa memandang tempat tinggal memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan bermutu,” tambahnya.
Melalui peluncuran Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan dan penyerahan ambulance kepada Puskesmas Rawat Inap Putih Doh, Saleh menegaskan wujud nyata komitmen Pemkab.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan simbol kehadiran negara, bentuk keberpihakan kepada masyarakat kepulauan, serta ikhtiar eksekutif untuk memperpendek jarak antara masyarakat dan pelayanan kesehatan.
“Saya memahami bahwa masyarakat Pulau Tabuan harus menempuh perjalanan laut selama satu hingga dua jam menuju Dermaga Putih Doh sebelum mendapatkan akses pelayanan yang lebih lengkap. Ketika yang dihadapi adalah ibu hamil, bayi yang butuh pertolongan segera, pasien kecelakaan, dan kondisi gawat darurat lainnya, maka setiap detik dan setiap menit memiliki arti yang sangat penting,”
“Karena itu, fasilitas yang kita hadirkan hari ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Saleh juga memberikan apresiasi kepada Dinkes Tanggamus yang telah menyelesaikan pembangunan dan rehabilitasi 11 fasilitas kesehatan pada tahun 2025 serta berbagai rencana Dinkes yang merencanakan 14 kegiatan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan.
Kata Saleh, hal itu menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan di Tanggamus terus bergerak maju secara bertahap dan berkelanjutan.
“Secara tulus, saya sampaikan apresiasi kepada
anggota DPRD Tanggamus yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan sektor kesehatan,” ucapnya.
“Saya juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas di wilayah terpencil, pesisir, dan kepulauan. Saudara-saudara bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan. Tapi Saudara-saudara sedang menjaga
harapan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan diakhiri dengan peninjauan fasilitas di Puskesmas Rawat Inap Putih Doh oleh Bupati beserta anggota DPRD dan jajarannya.
Hadir dalam kesempatan itu, anggota DPRD Tanggamus, Rahman Agus, Iflah Haza, dan Ahmad Farid.
Nampak pula, Kepala BNNK Tanggamus, Diani Indramaya, Kadis Kominfo Suhartono, Kadis Dalduk dan KB, Luberto Fabioca, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Yeni Rusli,
Forkopimda, Kepala UPTD Puskesmas beserta tenaga kesehatan. (Teddy)











