Sandinews.com–Sebanyak enam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Tanggamus mengalami kekosongan pasca-pelantikan Jilid X di Gedung Serba Guna (GSG) Islamic Centre Kotaagung pada Rabu (26/8/2026).
Keenam jabatan eselon II yang lowong yaitu:
1. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
2. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
3. Sekretaris DPRD.
4. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
5. Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan.
6. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BKPSDM Tanggamus, Mahrizan, menyatakan bahwa enam jabatan kosong tersebut akan diisi melalui mekanisme lelang atau seleksi terbuka (selter).
Mengenai jadwal pelaksanaan, dirinya menyebut pelaksanaan selter masih menunggu ketok palu APBD Perubahan 2026. Pasalnya, anggaran selter yang tersedia saat ini sudah habis, sehingga membutuhkan tambahan dana pada anggaran perubahan untuk menggelar kegiatan tersebut. Namun, jika tidak mendapatkan alokasi pada anggaran perubahan, maka pelaksanaan selter dipastikan digelar tahun depan.
“Anggaran selter sudah habis dan kami sudah mengusulkan tambahan pada APBD Perubahan. Jika memungkinkan, selter akan dilaksanakan pada tahun ini. Jika tidak, maka akan dilaksanakan tahun depan menggunakan anggaran APBD Murni 2027,” ujarnya.
Kata Bang Izan, banyak atau sedikitnya pelamar tidak memengaruhi biaya seleksi terbuka. Oleh karena itu, ia berujar bahwa siapa pun boleh mendaftar selagi memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Panitia Seleksi.
“Siapa aja boleh daftar, bebas. Mau yang ikut sedikit atau banyak, anggarannya tetap sama,” tutupnya.
Sementara itu, meskipun seleksi terbuka masih menunggu kepastian anggaran, nama-nama pejabat administrator yang digadang-gadang bakalan promosi melalui jalur lelang sudah mulai bermunculan.
Setidaknya, ada lima nama pejabat administrator Pemkab Tanggamus yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi jabatan yang kosong tersebut, yaitu:
1. Sonni Yoga Perdana, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris DPRD.
2. Gustam Apriyansah, Sekretaris Inspektorat.
3. Bayu Mahardika, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah.
4. Wawan Haryanto, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
5. Budi Utomo, Kabag Persidangan DPRD.
Selain itu, ada juga nama Riza Husna, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yang dikabarkan bakalan promosi menggantikan posisi Maradona sebagai kepala dinas.
Meskipun saat ini menjabat sebagai Kepala Disdukcapil, Maradona berpotensi segera dimutasi. Ia kini sedang menunggu surat persetujuan dari Mendagri terkait hasil uji kompetensi JPTP yang diikutinya bersama sembilan pejabat eselon II lainnya.
Rumor di kalangan pejabat setempat menyebutkan bahwa Maradona akan menjadi suksesor Hendra Wijaya Mega sebagai Asisten II, atau menjadi penerus Arpin selaku Kepala Dinas PMD.
Ketika rumor itu ditanyakan kepada Kabid Pengembangan ASN BKPSDM Tanggamus usai pelantikan dirinya sebagai Camat Air Naningan, Edwin Syah tidak membantah ataupun membenarkan.
Secara diplomatis ia mengatakan bahwa masa depan Maradona bergantung pada persetujuan Mendagri atas hasil rekomendasi Pansel Ukom JPTP yang saat ini sedang berproses.
“Masih menunggu persetujuan dari Mendagri terhadap hasil evaluasi. Prosesnya sekarang ada di Pemprov Lampung,” katanya.
Ditanya lebih dalam tentang rumor tersebut, Bang Ewin menyebut adanya kemungkinan pejabat pelaksana tugas (Plt.) saat ini akan didefinitifkan.
“Plt menjadi pejabat definitif berkemungkinan ada,” ujarnya.
Peluang keikutsertaan pejabat luar daerah dalam seleksi terbuka JPTP Pemkab Tanggamus mendatang diyakini sangat besar. Bahkan, beberapa posisi kepala perangkat daerah diperkirakan akan diduduki oleh mereka.
Beberapa pos jabatan yang diprediksi bakalan diisi oleh pejabat luar daerah di antaranya adalah Dinas PUPR, Dinas Peternakan dan Perkebunan, serta Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (jika posisi ini tidak diisi oleh Maradona).
Dari keenam nama tersebut, Sonni Yoga Perdana, Riza Husna dan Gustam Apriyansah diyakini bakal mendapat tiket promosi menjadi pimpinan di perangkat daerah yang mereka tempati saat ini.(Denny)











