Bolehkah Suatu Amal Diperlihatkan Orang Lain? Ini Kata Gus Baha

  • Share
Foto : Gus Ahmad Bahauddin Nur Salim (net)

Sandinews.com – Apakah anda pernah mengalami ketika ingin berbuat suatu kebaikan, namun pada saat yang bersamaan situasi dalam keadaan ramai banyak orang. Ada yang risih, bahkan sampai membatalkan perbuatan baiknya. Ada pula yang tetap melanjutkan perbuatan tersebut tanpa menghiraukan perkataan orang lain terhadapnya.

Sebagian masyarakat ada yang berpendapat bahwa segala bentuk peribadatan dan amal baik mesti dilakukan secara tersembunyi agar tidak menimbulkan sifat riya’.

Namun, ‘ulama kharismatik Gus Baha berpendapat sebaliknya. Menurutnya, di era saat ini dimana kemaksiatan telah merajalela, maka perbuatan baik yang bersifat amal shalih baiknya dilakukan secara terang-terangan.

Dijelaskan Gus Baha, suatu ketika Abu al Hasan Assadzili pernah berfatwa, ketika ia ditanya bagaimana hukumnya melakukan amal sirri (rahasia). Maka, Abu al Hasan Assadzili menjawab, ‘Tidak, sekarang saatnya amal terkenal lebih baik ketimbang amal sirri.’

“Dulu, orang mau zina itu malu. Mau ke tempat nakal malu. Maksiat dulu itu sirri (tersembunyi), maka ibadahnya juga sirri. Sekarang maksiatnya ‘alaniyyah, taatnya sirriyyah. Akhirnya dunia terlihat penuh maksiat,” ujar Gus Baha dalam sebuah video yang diunggah @ngajigusbaha4.

Menurut Gus Baha, orang-orang saat ini sudah tidak ada rasa malu dalam mempertunjukkan kemaksiatan. Oleh sebab itu, dalam hal kebaikan pun sudah sewajarnya apabila dilakukan juga secara terbuka.

“Karena itu satu-satunya cara agar agama ini diantara targetnya sesuai firman Allah dalam surat Al-Fath (28) yaitu : ….. agar Dia mengunggulkan agama ini atas semua agama,” pungkas Gus Baha. (cr2)

Baca Juga  Kriteria Dan Kewajiban Seorang Pemimpin Kepada Rakyat Menurut Amirul Mukminin Umar RA
  • Share