Kisah Islami : Do’a Hamba Sahaya Atas Uang Empat Dirham Kepada Majikan

  • Share

Sandinews.com–Suatu ketika hiduplah seorang pemabuk di sebuah kota. Ia selalu minum siang dan malam bersama kawan-kawannya.

Suatu hari ia mengadakan pesta, semua kawannya duduk menunggu minuman yang akan dihidangkannya.

Ketika itu ia memberikan uang empat dirham kepada hamba sahayanya untuk membeli buah-buahan di pasar untuk dihidangkan dalam pesta itu.

Dalam perjalanannya ke pasar, hamba itu menjumpai majelis Syaikh Mansur bin Ammar Basri rah.a. bersama muridnya. Ia mengimbau kepada hadirin agar menyedekahkan empat dinar kepada seorang fakir yang sangat membutuhkannya.

Ia berkata, “Barangsiapa memberi empat dinar kepada orang fakir ini, aku akan memberinya empat buah doa,”

Mendengar hal itu, si hamba itu memberikan empat dirhamnya kepada orang miskin itu. Lalu Manshur berkata, “Sebutkan empat permohonanmu,”

Hamba itu berkata, “Aku memiliki seorang tuan. Aku ingin bebas darinya.”

Manshur pun berdoa kepada Allah Swt. agar mengabulkan keinginan hamba itu, lalu berkata, “Apa keinginanmu yang kedua? ”

Hamba itu berkata, “Saya ingin agar Allah Swt. mengganti empat dirham yang kuberikan tadi.”

Syaikh lalu mendoakannya, kemudian berkata, “Apa keinginanmu yang ketiga? ”

Jawab hamba itu, “Aku ingin agar majikanku diberi taufik untuk bertaubat dari dosa-dosanya dan Allah menerima taubatnya.”

Syaikh Manshur mendoakannya dan berkata, “Apa keinginanmu selanjutnya? ”

Kata hamba itu, “Aku ingin agar Allah mengampuniku, majikanku, dirimu dan semua yang hadir disini.”

Syaikh pun berdoa kepada Allah agar menganugerahkan ampunan bagi mereka semua.

Kemudian hamba itu kembali kepada majikannya dengan tangan kosong. Dalam perjalanan pulang, ia hanya mencemaskan dirinya, “Yang paling buruk yang akan dilakukan majikanku adalah mencambukku.”

Setibanya dirumah, majikannya sedang menunggunya dan berkata, “Mengapa begitu lama? Maka hamba itu menceritakan seluruh kejadian tadi kepada tuannya.

Baca Juga  Kisah Islamnya Khalifah Abu Bakar Ash Siddiq R.A

Ternyata (berkat doa Syaikh Manshur) majikannya tidak marah, bahkan ia bertanya kepada hamba itu, ” Apa doanya? ”

Hamba itu berkata, “Aku memohon agar ia mendoakanku supaya aku di merdekakan.”

Majikannya berkata, “Aku memerdekakanmu.”

Hamba itu berkata, “Aku memohon agar aku mendapat balasan atas empat dirham yang kuberikan.”

Majikannya berkata, “Aku berikan empat ribu dirham kepadamu sebagai hadiah. Apa yang ketiganya? ”

Jawab hamba oti, “Aku memohon agar Allah memberimu taufik untuk bertaubat atas dosa-dosamu. ”

Majikannya berkata, “Aku bertaubat atas dosa-dosaku. Lalu apa selanjutnya?”

Jawab hamba itu, “Aku mohon agar Allah mengampunimu, Syaikh, aku dan semua yang hadir disana,”

Majikannya berkata, “Itu diluar kekuasaanku.”

Pada malam harinya majikan itu bermimpi mendengar suara yang berkata, “Engkau telah memenuhi ketiga permohonan hambamu yang ada dalam kekuasaanmu. Apakah kamu berpikir bahwa Kami tidak akan menganugerahkan yang ada dalam kekuasaan Kami? Kami mengampunimu, hambamu, Manshur dan semua yang hadir disana.” (It-haaf)

Sumber : Kitab Fadhilah Amal Jilid II.

(Denny)

  • Share