Rasulullah Melarang Meminta-minta Kecuali Bagi Tiga Macam Manusia, Begini Nasib Peminta-minta Di Akhirat Kelak

  • Share
Ilustrasi

Sandinews.com—Anas r.a berkata bahwa suatu ketika orang Anshar mendatangi Rasullulah saw. lalu meminta sedekah. Rasulullah saw. bertanya kepadanya, “Apakah tidak ada sesuatupun dirumahmu? ” Dia menjawab, “Ada,sehelai kain goni yang sebagiannya saya gunakan untuk alas tidur dan sebagian lagi untuk selimut. Juga ada satu mangkuk air untuk minum.” Rasulullah saw. lalu menyuruh untuk membawa kedua barang itu dan dilelang dengan harga dua dirham.

Kemudian Rasulullah saw. memberikan dua dirham itu kepadanya, lalu menyuruhnya agar satu dirham digunakan untuk membeli makanan, dan satu dirham lagi untuk membeli kapak. Dia membawa kapak itu kepada Rasulullah saw. lalu Rasulullah saw. memasangkan kayu sebagai pegangan untuk kapak itu, lalu bersabda, “Pergilah ke hutan, tebang pohon kayu dan jual. Selama lima belas hari janganlah engkau memperlihatkan dirimu dihadapanku,”

Sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw. ia pun kemudian datang setelah lima belas hari dengan membawa penghasilan sebanyak 10 dirham. Dengan uang itu ia dapat membeli makanan dan pakaian. Rasulullah saw. bersabda, “Hal ini lebih baik daripada meminta-minta. Karena dengan meminta-minta, wajah kamu akan menjadi luka-luka pada hari kiamat.”

Setelah itu Rasulullah saw. bersabda, “Meminta kepada orang lain hanya dibolehkan bagi tiga macam manusia, yaitu : (1) orang yang hampir binasa karena keadaannya sangat miskin ; (2) orang yang memiliki utang dalam jumlah sangat besar sehingga sangat memberatkannya ; (3) orang yang memiliki beban tebusan (ganti rugi) karena terkena suatu kasus.”

Pada ketiga keadaan inilah Rasulullah saw. membenarkan untuk meminta-minta. Bagi sahabat yang menghadapi kemiskinan seperti dalam kisah diatas, Rasulullah saw. tidak mengizinkan meminta-minta kepada orang lain, juga beliau saw. tidak mewajibkan orang lain untuk memberi nafkah kepada orang itu.

Baca Juga  UAH : Ayo Cari Pahala Lewat Handphone, Biar Bersaksi Dihadapan Allah swt

Sumber : Kitab Fadhoil Shadaqah

(ipw/abi) 

  • Share