Pembangungan Gedung Pemerintah 2 Lantai di Lampung Barat diduga Lepas Dari Pengawasan Konsultan

  • Share
Batu split yang digunakan dalam pembangunan gedung perpustakaan Kabupaten Lampung Barat. Foto : Jul

Sandinews.com—Secara umum, tugas konsultan pengawas, ialah melaksanakan pengawasan lapangan pada suatu pengerjaan proyek.

Adapun tugas lainnya, yakni mengawasi kebenaran ukuran, kualitas, dan kuantitas pada bahan, ataupun komponen bangunan, peralatan, dan perlengkapan selama perkerjaan pelaksanaan di lapangan.

Namun, bagaimana jadinya apabila seorang konsultan pengawas yang dibayar mahal menggunakan uang Negara, malah dengan sengaja melakukan aksi tutup mata lepas pengawasan.

Tentu saja hal ini akan sangat merugikan. Aksi main lepas pengawasan yang dilakukan Konsultan Pengawas secara tidak langsung akan menimbulkan kesan melalaikan tugas, dan tanggungjawabnya dalam mengawasi suatu pengerjaan bangunan.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Lampung Barat. Konsultan pengawas pada pembangunan Gedung Perpustakaan dua lantai milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat, disinyalir melaksanakan perkerjaannya dengan tidak profesional.

Hal itu diketahui, dari beberapa bahan material yang digunakan dalam pembangunan Gedung Perpustakaan tersebut, diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi.

Bukannya menegur, malah Konsultan Pengawas pembangunan Gedung Perpustakaan bernilai Rp. 9,7 Milyar bernama Imelda terkesan cuek, dan tutup mata.

Gedung Perpustakaan tersebut dibangun oleh Pemkab Lampung Barat, melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikerjakan oleh CV. Putra Sarana Kontruksi.

Saat ini pembangunan gedung yang berlokasi di Kompleks Pemkab Lampung Barat itu dalam tahap pengecoran.

Pada saat dilakukan pemantauan di lokasi, Rabu 21 Agustus 2024, ditemukan sebuah batu bulat berukuran besar yang diduga sisa dari penggunaan pembangunan pondasi Gedung.

Masih di lokasi yang sama, terdapat dua tumpukan batu Split yang saling berbeda jenis dan ukurannya. Tumpukan pertama, batu split dengan permukaan yang sangat bersih.

Kemudian, pada tumpukan lainnya, nampak batu split dengan ukuran yang tak beraturan. Dimana, sangat nampak dengan jelas pada permukaan split itu seperti mengandung lumpur, akibat telah ditakar menggunakan bak kuping warna hijau.

Baca Juga  Dokter Ammar Siradjudin Dikabarkan Menjadi Cawabup Bunda Dewi Pada Pilbup Tanggamus, Ini Profilnya

Ironisnya, bukannya menggunakan tumpukan split yang permukaannya bagus dan bersih, para tukang perkerja malah menggunakan batu split yang ukurannya tak beraturan dan berlumpur.

Setelah ditelusuri, ternyata material batu split yang diduga tidak sesuai spesifikasi itu diambil dari salah satu lokasi yang tidak jauh dari pembangunan Gedung. Kemudian,dari sana batu tersebut rupanya dikumpulkan pada suatu gudang penyimpanan bahan material.

Ketika dikonfirmasi terkait temuan batu split di lokasi pembangunan, Imelda selaku Konsultan Pengawas Gedung Perpustakaan tidak menampik keberadaan batu tersebut.

“Iya bang, memang tumpukan material split ada yang berukuran tak beraturan. Dan, ada juga material split yang berlumpur setelah ditakar,” ucap Imelda.

Ketika dikonfirmasi lebih jauh, dirinya seperti enggan menanggapi pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. Padahal, pertanyaan yang diajukan kepadanya mengenai seputar keilmuan yang dimilikinya.

Sangat disayangkan pertanyaan awak media hanya dijawab alakadarnya oleh Imelda.

“Terimakasih koordinasinya. Saya ijin koordinasi terlebih dahulu ke pihak kontraktor dan dinas,”tandas Imelda.

Namun, hingga berita ini dirilis, Jum’at (23/8/2024) belum ada tanggapan lanjutan dari Imelda dan pengelola CV Putra Sarana Konstruksi. (**)

  • Share