Sandinews.com–Bupati Tanggamus, Moh Saleh Asnawi, menyalurkan program unggulan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) kepada para mustahik. Kegiatan ini berlangsung di Aula Serumpun Padi, Kecamatan Gisting, Kamis, 4 Juni 2026.
Kata Saleh, program unggulan yang disalurkan merupakan hasil dari zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari para muzaki. Sebagian besar dari muzaki tersebut adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang penghasilannya disisihkan setiap bulan untuk zakat dan diserahkan ke BAZNAS.
Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemda) Tanggamus melalui para ASN untuk berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Selaku pimpinan saya juga sangat apresiasi bagi para ASN yang sudah ikut andil selama ini, dan kedepannya kita upayakan lebih dioptimalkan lagi,” katanya.
“Kepada seluruh muzaki yang telah menyerahkan kewajiban zakatnya, kami ucapkan terima kasih dan mudah-mudahan mendapat ganjaran pahala dan rezekinya dilipat gandakan oleh Allah,” tambahnya.
Berikut rincian program unggulan BAZNAS yang disalurkan Bupati Jalan Lurus :
A. Program Ekonomi
Bantuan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) untuk 50 penerima manfaat.
Bantuan 1 unit chopper pakan ternak.
Bantuan 1 unit mesin jahit.
Bantuan 1 unit Gerobak Berkah BAZNAS.
Bantuan 1 unit etalase motor.
B. Program Sosial Kemanusiaan.
2. Bantuan bedah rumah ALADIN (Alas dan Dinding), sebanyak 2 unit dari BAZNAS.
2. Bantuan bedah rumah sebanyak 2 unit hasil kerja sama BAZNAS Tanggamus dan BAZNAS Lampung.
C. Program Pendidikan
1. Bantuan Santunan Insan Guru (SIGURU) bagi guru honorer yang mengabdi di daerah pelosok. Jumlah penerima sebanyak 6 guru masing-masing mendapatkan uang Rp.1juta.
2. Beasiswa Cerdik Pandai Perguruan Tinggi, kepada 4 Mahasiswa asal Tanggamus.
D. Program kesehatan, bantuan kepada penderita jantung bocor, kursi roda, alat bantu dengar dan lain-lain.
Berikut adalah rincian kontributor paling aktif dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS Kabupaten Tanggamus pada pertengahan tahun 2026 :
1. Dinas Kesehatan Rp 44.862.000
2. Pengadilan Agama Rp.34.923.000
3. Kementerian Agama Rp 28.600.000
4. Sekretariat Daerah Rp 20.882376
5. Badan Keuangan dan Arsip Daerah Rp 14.674.858
Sementara itu, Ketua BAZNAS Tanggamus, Ibnu Nizar, dalam laporannya mengatakan bahwa pengumpulan zakat infak dan sedekah yang dilakukan pihaknya hingga Juni 2026 mencapai Rp330.432.510, dengan rincian sebagai berikut :
Januari sebesar Rp.33.370.137 yang berasal dari 35 muzaki.
Februari sebesar Rp.32.651.809 uang berasal dari 34 muzaki
Maret sebesar Rp.83.091.022 yang berasal dari 37 muzaki.
April sebesar Rp.50.842.582 yang berasal dari 39 muzaki.
Mei sebesar Rp.67.402.427 yang berasal dari 38 muzaki.
Juni sebesar Rp.33.065.533 yang berasaldari 35 muzaki.
Adapun penyaluran program unggulan BAZNAS Tanggamus pada pertengahan semester meliputi 122 titik di 59 desa dan 17 kecamatan dengan total dana Rp367.164.375 untuk 777 mustahik yang terbagi ke dalam lima bidang, yaitu :
1. Bidang sosial kemanusiaan, sebesar Rp.314.268.343 untuk 729 Mustahik.
2. Bidang kesehatan, sebesar Rp.27.200.000 untuk 23 Mustahik
3. Bidang pendidikan, sebesar Rp.8.550.000 untuk 12 Mustahik
4. Bidang Ekonomi Rp.17.146.032 untuk 13 Mustahik.
5. Bidang agama –
Menurut Ibnu, dalam bidang kemanusiaan terdapat program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) yang bertujuan mengantisipasi pinjaman daring dan memaksimalkan peran masjid dalam solidaritas ekonomi. Program ini diikuti oleh 50 orang. Setiap peserta mendapatkan pinjaman sebesar Rp3.000.000 yang dapat diangsur sebesar Rp250.000 per bulan selama satu tahun.
“Selain itu terdapat 2 orang penerima program bedah rumah dengan nilai masing masing Rp.25juta. Bantuan bedah rumah ini bersumber dari BAZNAS Provinsi Lampung 60 persen dan BAZNAS Tanggamus 40 persen. Ada juga 2 rumah yang mendapatkan bantuan program Aladin (alas dan dinding) dari BAZNAS Tanggamus senilai Rp.12.500.000 dan rp.13.100.000,” jelas dia.
Ibnu menambahkan, di bidang kesehatan pada bulan ini bantuan diberikan kepada penderita jantung bocor, berupa kursi roda, alat bantu dengar, dan lain-lain.
Adapun di bidang pendidikan, ia menyampaikan bahwa BAZNAS memberikan insentif kepada 6 orang guru di daerah terpencil masing-masing sebesar Rp1 juta, serta memberikan beasiswa kepada 8 orang mahasiswa dari berbagai universitas.
“Lalu dibidang ekonomi, terdapat bantuan berupa 1 unit chopper untuk pakan ternak, 1 unit mesin jahit, 1 unit gerobak berkah dari BAZNAS, dan 1 unit etalase motor,” tutupnya. (Teddy)












