Sekjen PDI-P Tanggapi Permintaan Maaf Jokowi : Tanggung Jawab Dulu, Baru Minta Maaf

  • Share
Foto : Instagram @pdiperjuangan

Sandinews.com–Permintaan maaf Presiden Joko Widodo mendapat respon banyak pihak. Berbagai kalangan menyoroti ucapan maaf yang dilontarkan Jokowi pada saat gelaran acara dzikir dan doa bersama di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Mulai dari politisi, akademisi, bahkan para penggiat media sosial turut mengomentari permintaan maaf Jokowi.

Kini, giliran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang angkat suara menyikapi permohonan maaf dari Presiden RI ke-7 itu.

Sekretaris DPP PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, sebelum meminta maaf kepada rakyat, sebaiknya Joko Widodo mempertanggungjawabkan terlebih dahulu segala kebijakan yang telah ia lakukan selama menjabat Presiden RI.

“Partai menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan dari seorang Presiden itu dipertanggungjawabkan dihadapan rakyat,” ujar Hasto melalui unggahan instagram @pdiperjuangan, pada minggu (4/8/2024).

Dicontohkan Hasto, seperti persoalan kebijakan impor beras yang dilakukan Jokowi. Dirinya menegaskan, Jokowi mesti bertanggungjawab atas kebijakan tersebut. Pasalnya, ia menuding bahwa data yang selama ini dikemukakan oleh Jokowi untuk meluluskan impor beras ternyata manipulatif. Padahal selama ini, diakui Hasto, partainya bersikap anti atas kebijakan Jokowi tersebut.

“Kebijakan-kebijakan itulah yang harus dipertanggungjawabkan terlebih dahulu kepada rakyat dan itu harus di kedepankan, bukan permintaan maafnya dulu,” sergah Hasto.

Sebelumnya, dalam suatu acara dalam rangka untuk menyongsong hari kemerdekaan RI ke-79, Jokowi menyampaikan permohonan maaf yang ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia atas kesalahan dan kekhilafannya selama menjabat Presiden RI ke-7.

“Dengan segenap kesungguhan dan kerendahan hati, izinkanlah saya dan Prof K.H Ma’ruf Amin ingin memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala salah dan khilaf selama ini, khususnya selama kami berdua menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia dan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Jokowi dilansir dari laman Kemensetneg.

Baca Juga  Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia

Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa ia merupakan manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan yang tidak dapat memenuhi semua harapan rakyat Indonesia selama masa pemerintahannya.

“Saya tidak sempurna. Saya manusia biasa. Kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi serta apapun yang ada di dalamnya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,” ucapnya.(cr3)

  • Share