Sandinews.com–Asosiasi Kelompok Peternak (Asponak) Kabupaten Tanggamus pada Rabu (20/5/2026), menggelar bazar hewan kurban di Lapangan Kasrab, Kecamatan Gisting Atas.
Bazar tersebut diikuti oleh delapan peternak lokal yang menyediakan 150 ekor kambing kurban dari berbagai jenis, dan ukuran, diantaranya yakni :
– Kambing jenis Senduro, berat 95 kg dengan harga Rp.9.500.000.
– Kambing jenis Saburai, berat 85 kg dengan harga Rp.8.500.000
– Kambing jenis Rambon, berat 40 kg dengan harga Rp.3.500.000
– Domba dengan berat 30 kg dengan harga Rp.3.000.000.
Bupati Tanggamus, Moh Saleh Asnawi, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Siti Mahmudah Saleh yang hadir membuka bazar membeli sebanyak sepuluh ekor kambing. Rinciannya, delapan ekor berjenis Rambon seharga Rp3 juta per ekor, yang nantinya akan dikurbankan pada perayaan Idul Adha
Sementara itu, dua ekor sisanya merupakan sepasang kambing Saburai yang akan ia ternakkan. Harga satu ekor kambing jantan seberat 85 kg adalah Rp8.500.000, sedangkan satu ekor kambing Saburai betina seharga Rp3.000.000.
Tidak hanya bupati, dalam kesempatan itu seluruh perangkat daerah Pemkab Tanggamus juga membeli hewan kurban, baik sapi maupun kambing.
Berdasarkan data yang diterima dari Asponak, total hewan kurban yang dibeli oleh jajaran eksekutif tersebut sebanyak dua ekor sapi dan 45 ekor kambing, dengan rincian sebagai berikut :
1. Koalisi sekda, terdiri dari asisten daerah dan staf ahli, satu ekor sapi.
2. Koalisi 7 OPD, satu ekor sapi.
3. Dinas Lingkungan Hidup, satu ekor kambing.
4. Dinas PMD, satu ekor kambing.
5. Bank Indonesia, satu ekor kambing
6. RSUD Batin Mangunang, satu ekor kambing.
7. Dinas Pemadam Kebakaran, satu ekor kambing.
8. PDAM, satu ekor kambing.
9. Bank Lampung, satu ekor kambing.
10. Disdukcapil, satu ekor kambing.
11. Dinas Sosial, satu ekor kambing.
12. Dinas Koperindag, satu ekor kambing.
13. Polres Tanggamus, satu ekor kambing.
14. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), satu ekor kambing.
15. Bagian Hukum, satu ekor kambing.
16. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, satu ekor kambing.
17. BKPSDM, satu ekor kambing.
18. Dinas Perhubungan, satu ekor kambing.
19. Dinas Pertanian, empat ekor kambing.
20. Dinas Kominfo, satu ekor kambing
21. TP PKK, satu ekor kambing
22. Persatuan Dharmawanita, satu ekor kambing.
23. Forum Kepala Bagian, satu ekor kambing
24. Dinas Pariwisata, dua ekor kambing.
25. Dinas Perikanan, satu ekor kambing.
26. Muhammadiyah Tanggamus, dua ekor kambing.
27. Forum Camat, lima ekor kambing.
Ketua Asponak Tanggamus, Rintoko, mengatakan bahwa dalam waktu satu bulan terakhir, pihaknya telah menjual sebanyak 2500 kambing kurban hingga ke Pulau Jawa.
Adapun dalam bazar ini, pihaknya awalnya berencana membawa 200 ekor kambing. Namun, lantaran bertepatan dengan hari pasaran di Pasar Ternak Pringsewu, banyak peternak memilih untuk menjual ternak mereka di sana.
“Pada hari ini rencana kami akan datangkan kambing sebanyak dua ratus ekor. Tapi ada sebagian peternak yang berangkat ke Pasar Ternak Pringsewu sehingga kami tidak bisa maksimal. Jadi kambing yang ada disini mungkin sekitar seratus lima puluh ekor,” kata Rintoko.
Kepada bupati, ia menyampaikan keluh kesah para peternak yang hingga saat ini belum memiliki pasar ternak, sehingga bazar hewan kurban selalu berpindah tempat setiap tahunnya. Besar harapannya agar ke depan pemkab dapat menyediakan pasar khusus bagi para peternak.
Saleh Asnawi dalam sambutannya menyatakan mendukung penuh kegiatan ini. Bahkan, ia mendorong seluruh pejabat dan masyarakat untuk ikut berkurban.
Menurutnya, berkurban adalah ibadah yang disyariatkan Allah melalui kisah ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya orang Islam yang memiliki kemampuan untuk menunaikan syariat tersebut.
Ia sendiri mengaku selalu berkurban sejak masa muda, dan kebiasaan tersebut kini diteruskan oleh anak-anaknya.
Tidak hanya memborong kambing kurban di bazar, Saleh menyebut keluarga besarnya juga telah menyiapkan 5 ekor sapi kurban yang murni berasal dari kantong pribadi.
“Saya sudah siapkan beberapa sapi kurban atas nama pribadi dan keluarga, bukan atas nama Bupati Tanggamus, tapi atas nama keluarga. Kalau dari saya pribadi ada 3 ekor sapi, dari anak saya Rano Alfath satu ekor, dan dari mas Yoga juga satu ekor sapi untukĀ dibagi-bagi,” kata Saleh.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat, apalagi pejabat, instansi yang mempunyai kemampuan untuk mengikhlaskan,niatkan,nawaitu-kan, berkurban, apakah hewan ternak sapi ataupun domba,” tambahnya.
Terkait permintaan peternak yang menginginkan adanya pasar ternak di Tanggamus, Saleh menyatakan setuju. Hanya saja, saat ini pihaknya masih melihat dan mengevaluasi kondisi di lapangan.
“Saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh para peternak, tapi kondisi kita sekarang belum memungkinkan. Untuk itu nanti kita akan lihat seperti apa kedepannya. Paling tidak suatu saat nanti kita adakan, karena pasar ternak itu penting jadi mereka ada tempatnya. Doakan saja semoga sukses,” pungkasnya.
Sementara, Kadis Perkebunan dan Peternakan Tanggamus, Henri Fatra, mengatakan bahwa menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, ketersediaan hewan kurban di wilayah kerjanya menunjukkan kondisi yang baik.
Dia bilang, pada tahun 2024 populasi ternak sapi dan kambing tercatat sebanyak 6.921ekor. Jumlah ini kemudian meningkat sebesar 4,19 persen pada tahun 2025 menjadi 7.211 ekor.
“Sedangkan populasi kambing meningkat dari 215.534 ekor menjadi 217.948 ekor naik 1,12 persen. Di sisi lain, sektor unggas juga mengalami perkembangan positif khususnya ayam ras petelur yang meningkat hingga 81,63 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Henri, selain sebagai sarana pemasaran ternak, kegiatan ini juga menjadi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai tambah subsektor peternakan yang bertujuan menjaga kestabilan pasokan dan harga ternak di tingkat peternak. Selain itu, pengawasan kesehatan hewan juga terus dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan ternak sebelum penjualan, pengawasan lalu lintas ternak, vaksinasi pengobatan hewan serta edukasi kepada peternak dan pedagang.
“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dipasarkan berada dalam kondisi sehat bebas penyakit menular, cukup Umur dan layak dijadikan hewan kurban sesuai syariat Islam,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, Sekdakab Suaidi, Asisten Hendra Wijaya Mega, beserta Kepala OPD, dan camat. (Teddy)











