Sandinews.com–Bupati Tanggamus, Moh Saleh Asnawi, didampingi Wakil Bupati, Agus Suranto, menghadiri rapat paripurna istimewa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tanggamus ke-29.
Rapat tersebut berlangsung di Ruang Sidang DPRD setempat, Jum’at (27/3/2026). Dipimpin Wakil Ketua I DPRD Tanggamus, M Rangga Putra Hakim, rapat diikuti oleh unsur pimpinan dan anggota DPRD Tanggamus, Forkopimda, beserta kepala OPD.
Nampak hadir mewakili Gubernur Lampung,Rahmat Mirzani Djausal, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Lampung, Binarti Bintang.
Dalam kesempatan itu, Bupati Tanggamus, Moh Saleh Asnawi, memaparkan sejumlah prestasi yang berhasil diraih selama 1 tahun kepemimpinannya, baik dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemprov Lampung.
Menurutnya, capaian yang telah diraih merupakan buah dari kerja keras dan kerja nyata dari seluruh stakeholder di Bumi Begawi Jejama.
Berikut diantaranya prestasi dan penghargaan yang telah diraih Bupati Jalan Lurus pada 1 tahun belakangan :
Juara Umum MTQ Provinsi Lampung tahun 2025.
Penghargaan Kabupaten Sangat Inovatif pada Lomba Inovative Government Award oleh Kemendagri.
Penghargaan Inovasi Membangun Negeri Tahun 2025 dari TV-One.
Penghargaan Pembina Desa Sejahtera Tahun 2025 dari Metro TV.
Pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 4,52 % dari 4,01% ditahun 2024.
PDRB perkapita naik menjadi 33,05 juta rupiah dari 31,62 juta rupiah.
Angka kemiskinan menurun dari 10,28 persen menjadi 10,1 persen. Untuk tahun 2026, diupayakan dibawah 10 persen.
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Saleh memastikan akan menjadikan tahun ini sebagai waktu akselerasi untuk memberikan hasil nyata kepada masyarakat.
“Bagi saya, tahun pertama adalah tahun membangun fondasi yang kuat agar di tahun-tahun berikutnya kita dapat berlari lebih cepat. Jika tahun pertama adalah konsolidasi dan penataan, maka tahun kedua ini harus
menjadi tahun akselerasi dan hasil nyata yang lebih terasa oleh masyarakat,” ujarnya.
Di usia Kabupaten Tanggamus yang sudah menginjak 29 tahun, dia menyebut banyak persoalan pada sejumlah sektor yang membutuhkan perhatian, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur, tidak meratanya akses dan mutu layanan pendidikan.
Kemudian pada sektor kesehatan, masalah stunting, kualitas gizi, dan pelayanan dasar masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Tidak hanya itu, pada sektor ekonomi pun dia merasan masih memerlukan dorongan agar semakin kuat. Pasalnya, dia menilai struktur perekonomian Tanggamus masih bertumpu pada sektor primer dengan nilai tambah yang terbatas.
Hasil produksi pertanian, perkebunan dan perikanan Tanggamus, ujarnya, banyak dijual dalam bentuk mentah. Hal ini yang membuat UMKM banyak yang belum naik kelas.
Sebab itu dirinya menekankan kepada perangkat daerah terkait agar tidak hanya membuat program rutin, melainkan menyusun strategi hilirisasi yang jelas dan konkret.
“Dalam beberapa kesempatan saya berbicara kepada jajaran saya dan pertanyaannya bukan lagi mengenai apa masalahnya, tetapi apa solusi konkret yang dilakukan masing-masing perangkat daerah,” tegasnya. (Teddy)












