Sandinews.com–Ketua Komisi IV DPRD Tanggamus, Romzy Edi, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, dan masyarakat setempat atas pembangunan jembatan di Dusun Sukarame.
Menurutnya, pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Sukarame dengan Dusun Sukajaya patut dicontoh karena menjadi kolaborasi yang apik antara Dana Desa (DD) dan swadaya masyarakat.
Jembatan dengan bentang 14 meter dan lebar 3,5 meter, dikatakan politisi Gerindra, dikerjakan secara gotong royong oleh warga sekitar dan hanya membutuhkan DD sebesar Rp. 80 jutaan sampai selesai.
Soal kualitas, dirinya menjamin jembatan Made in Umbar yang merupakan kampung halamannya tidak kalah dengan hasil pekerjaan Dinas PUPR.
“Ini yg keren, jembatan 14 meter dibangun pake DD dipasang pagu 2 kali, tahun ini Rp. 30.700.00, dan tahun 2026 Rp. 50.000.000. Tapi kualitas boleh diuji,” katanya, Jum’at (17/10/2025).
Dia bilang, dengan dana anggaran segitu, pemerintah pekon dibantu warga sudah bisa membangun jembatan menggunakan material berkualitas baik.
Struktur bawah jembatan, ujarnya, berpondasi cakar ayam menggunakan besi ulir berukuran 16 mm. Kemudian, cor balok bantaran menggunakan besi ulir sehingga tidak memerlukan pondasi tengah.
Bentangan jembatan, terusnya, menggunakan besi wide flange (WF). Sedangkan permukaan jembatan menggunakan material beton sesuai takaran volume.
“Pemerintah Pekon Umbar menargetkan pembangunan pondasi jembatan selesai di awal Desember. Tahun depan baru pengerjaan hamparan atas,” ujarnya.
Penuturan Romzy, sekali waktu dirinya pernah meminta salah satu konsultan Dinas PUPR Tanggamus untuk menghitung biaya pembangunan jembatan dengan ukuran yang hampir sama dengan jembatan yang sedang dibangun di Pekon Umbar.
Berdasarkan hasil hitung konsultan, kata Romzy, biaya pembangunannya cukup mencengangkan mencapai Rp. 800 juta-1 miliar.
“Tim konsultan PUPR waktu itu pernah saya tanya biayanya bangun jembatan dengan bentang 12 meter, lebarnya sama seperti ini,”
“Setelah diukur dan dihitung konsultan ternyata biayanya Rp. 800 juta sampai Rp. 1 miliar,” ucap Romzy.
Kedepan, Romzy ingin mengundang para konsultan Dinas PUPR Tanggamus untuk kunjungan kerja ke Pekon Umbar.
Tujuannya, supaya mereka bisa belajar dengan masyarakat setempat cara menghitung biaya konstruksi jembatan yang hemat dan berkualitas.
“Konsultan Dinas PUPR harus belajar dengan Pekon Umbar, study banding lah,”
“Disini bangun jembatan bentang 14 meter lebar 3,5 meter cuma Rp. 80 juta, bukan Rp. 800 juta ataupun 1 miliar,” ujarnya.
Tidak hanya itu, dia juga mengajak para aparatur pekon di Tanggamus untuk datang ke Umbar, dan melihat sinergitas pengelolaan dana desa digunakan bersama dengan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun pekon. (Denny)











