Bupati Tanggamus Hadiri Pisah Sambut Kajari Tanggamus : Selamat Datang Sunandar Pramono, Selamat Bertugas Sebagai Asbin Kejati Lampung Pak Subari!

  • Share
Foto (Teddi)

Sandinews.com–Bupati Tanggamus, Moh Saleh Asnawi, bersama Wakil Bupati Agus Suranto menghadiri seremonial pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus dari Subari Kurniawan kepada Sunandar Pramono digelar di Hotel Royal Gisting, Selasa, 18 Agustus 2026.

Acara tersebut turut pula dihadiri oleh Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo, Sekretaris Daerah Suaidi, perwakilan forum komunikasi pimpinan daerah, para staf ahli bupati, para asisten, kepala OPD, serta jajaran Kejaksaan Negeri Tanggamus.

Nampak pula Ketua TP PKK Tanggamus, Hajah Siti Mahmudah Saleh, Wakil Ketua TP PKK Yeni Verawati Suranto bersama Ketua Ikada Tanggamus Iin Ariska, Ketua Dharma Wanita Persatuan Lindika Rimau Suaidi.

Saat menyampaikan pesan dan kesan didampingi istrinya, Isna Subari, Subari Kurniawan mengaku merasa berat harus meninggalkan orang-orang di Kabupaten Tanggamus yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri.

Kata Pak Su, Tanggamus adalah tempat ia dan istrinya menemukan banyak sahabat, saudara, guru kehidupan, sekaligus kenangan yang akan selalu dibawa ke mana pun ia bertugas.

Bagi dirinya, Saleh tidak hanya sekadar kepala daerah, melainkan sudah ia anggap sebagai abang yang dituakan.

Ia juga mengaku meneladani visi Budaya Kerja ‘Jalan Lurus’ yang diterapkan Saleh dalam memimpin Tanggamus, yang dinilai sangat sejalan dengan nilai-nilai Kejaksaan.

“Kepada Bapak Kajari yang baru beserta ibu, secara khusus saya menyampaikan selamat datang, selamat mengemban amanah. Saya titip keluarga besar Kejaksaan Negeri Tanggamus, saya titip semangat kebersamaan yang sudah terbangun. Saya titip hubungan baik dengan forkopimda, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat di Tanggamus,” ucap Subari.

Sementara itu, Kajari Tanggamus yang baru, Sunandar Pramono, mengatakan bahwa sebelum ditugaskan di Kabupaten Tanggamus, ia sempat berdinas di Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Papua Pegunungan, selama satu tahun satu bulan.

Baca Juga  Mujibul Umam : Seminggu Sekali Pegawai Pemkab Wajib Berpakaian Adat dan Berbahasa Lampung

Ia sendiri menyebut Lampung bukan tempat yang asing baginya. Sunandar bercerita bahwa ayahnya berasal dari Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, sedangkan ibunya orang Jawa. Masa kecil hingga masa SMA-nya sering dihabiskan di Pesawaran dan Bandar Lampung. Ia juga memiliki memori masa kecil saat makan nyeruit bersama orang tuanya di kebun dan sawah.

Pada kesempatan itu, dia juga memperkenalkan sang istri, Retna Sunandar, seorang PNS di Kejaksaan Agung yang bertugas menangani laporan jaksa nakal.

Oleh karena itu, dia berkomitmen untuk bekerja dengan baik dan berharap tidak ada laporan negatif mengenai dirinya selama memimpin Kejari Tanggamus.

“Saya berharap kehadiran saya di sini bisa diterima dengan baik oleh kawan-kawan yang ada di sini dan oleh keluarga besar Kejaksaan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, pertama-tama Bupati Saleh Asnawi mengucapkan selamat kepada Subari Kurniawan yang dipercaya menduduki jabatan baru sebagai Asisten Pembinaan Kejaksaan Tinggi Lampung.

Menurutnya, dukungan dan kerja sama selama 10 bulan Subari bertugas di Kabupaten Tanggamus sangat membantu kemajuan daerah. Berkat koordinasi tersebut, pembangunan daerah berjalan lancar, efektif, produktif, dan bebas dari kendala hukum.

Kepada Sunandar Pramono yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Jayawijaya, Papua Pegunungan, Saleh mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung dalam pengabdian di Kabupaten Tanggamus.

Saleh menyampaikan padanya bahwa secara geografis, Kabupaten Tanggamus memiliki bentang alam yang lengkap, meliputi pegunungan, perbukitan, pesisir pantai, dan laut. Wilayah ini terbagi menjadi 20 kecamatan, 299 pekon, dan 3 kelurahan, dengan populasi sekitar 670.367 jiwa yang terdiri atas beragam suku bangsa, baik penduduk lokal maupun pendatang.

Lebih jauh Saleh mengatakan bahwa dalam memimpin wilayah, pihaknya menerapkan kebiasaan dan budaya baru, yaitu Budaya Kerja Jalan Lurus. Budaya ini berfokus pada target dan sasaran yang benar, menghindari penyimpangan, menjauhi segala bentuk pelanggaran, serta berintegritas tinggi dengan menjalankan tugas secara jujur dan bersih.

Baca Juga  Nakes Puskesmas Disebut Main Hp Saat Bertugas, Kepala Dinkes Tanggamus : Reporting dan Recording By Digital

“Budaya ini sebagai acuan setiap melaksanakan pekerjaan dan ikhtiar dalam kehidupan keseharian maupun dalam lingkungan kerja. InsyaAllah hasilnya akan baik dan membawa berkah,” kata Saleh

“Slogan daerah kami “Bumi Begawi Jejama”, yang artinya daerah yang warga masyarakatnya selalu bekerja bersama-sama, penuh semangat kegotongroyongan. Alhamdulillah, wilayah Tanggamus selama ini suasananya aman, damai tanpa ada konflik-konflik vertikal dan horisontal yang besar,” tutupnya. (Teddy)

  • Share