Catut Nama Pejabat dan Minta Uang, Mantan Kepala Pekon Diduga Lakukan Penipuan

  • Share
Foto : (Ist)

Sandinews.com–Aksi penipuan berkedok mencatut nama pejabat dengan meminta sejumlah uang diduga dilakukan oleh mantan Kepala Pekon Kandang Besi, Kecamatan Kota Agung Barat, berinisial MZ.

Saat ini, MZ berstatus sebagai narapidana dan sedang menjalani masa hukuman di Rutan Kotaagung.

Dalam menjalankan aksinya, MZ diduga mencatut nama anggota Komisi IV DPRD Tanggamus, Nuzul Irsan.

Hal ini terungkap setelah dua peratin di Kabupaten Pesisir Barat dihubungi oleh seorang pria yang meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan Nuzul Irsan. Saat dihubungi, kedua peratin merasa curiga karena nomor yang digunakan pelaku bukanlah nomor asli Nuzul Irsan. Sebelum sempat memberikan uang yang diminta, mereka lantas menghubungi Nuzul Irsan secara langsung untuk memastikan kebenarannya. Setelah ditelusuri, nomor yang digunakan pelaku ternyata milik MZ.

“MZ mengaku sebagai saya dan menghubungi dua Peratin di Pesisir Barat, minta tolong bilang cucu saya lagi ulang tahun. MZ minta bantu uang ke mereka, nilainya variasi, seikhlasnya Rp1-2 juta,” kata Nuzul Irsan, Ahad, 14 Juni 2026.

Nuzul mengaku kecewa dan tidak terima namanya dicatut oleh MZ untuk menipu. Padahal, pada awal MZ terjerat kasus, Nuzul mengatakan pelaku dan istrinya bolak-balik meminta bantuan, namun ditolak karena kasus tersebut sudah terlanjur viral di media massa.

Untuk mencegah aksi serupa dan memberikan efek jera, Nuzul menyatakan akan melaporkan MZ ke pihak berwajib setelah mengantongi bukti adanya korban.

“Kalau ada barang bukti, saya akan laporkan MZ. Saya juga sudah pasang status di whatsapp supaya tidak ada yang menjadi korban,” ujarnya.

Atas kejadian yang menimpa dirinya, Nuzul justru menyesalkan dan mempertanyakan lemahnya pengawasan di Rutan Kotaagung. Menurutnya, aneh jika seorang napi bisa menggunakan handphone atau alat komunikasi lainnya di dalam penjara untuk melancarkan aksi kejahatan.

Baca Juga  Polsek Pugung Tangkap Residivis, Pelaku Pencurian Mesin Pompa Air Milik Warga

Ia menduga aksi MZ tidak hanya menyasar kedua Peratin, tetapi juga banyak pihak lain yang dihubungi untuk melakukan penipuan dengan mencatut namanya.

“Saya sangat sesalkan pengawasan di Rutan Kotaagung. Bagaimana bisa seorang napi pegang handphone. Saya minta Lapas segera melakukan operasi supaya tidak ada lagi aksi penipuan seperti yang menimpa saya,” pungkasnya. (Denny)

  • Share